Home
Login.
Artikelilmiahs
43414
Update
FITRIYAH AULIYAH
NIM
Judul Artikel
Analisis Neraca Air Dalam Budidaya Serai Wangi Dengan Irigasi Otomatis Berbasis Waktu Dan Dosis Pupuk Organik Pada Lahan Marginal
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Serai wangi (Cymbopogon nardus L.) merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan di Asia Tenggara dan dikenal sebagai bahan baku produksi minyak atsiri. Serai wangi termasuk ke dalam tanaman yang mudah tumbuh meskipun ditanam di daerah yang miskin unsur hara seperti pada lahan marginal. Lahan marginal dapat dioptimalkan menjadi lahan pertanian dengan cara pemberian pupuk dan air irigasi. Untuk melihat keefektifan dari pemberian pupuk dan irigasi maka diperlukan analisis neraca air, sehingga nilai kesetimbangan air pada lahan marginal yang selama ini belum banyak dikaji dapat diketahui. Rancangan penelitian ini terdiri atas 2 faktor dengan 3 taraf, yaitu 1) Schedule Irigasi per 3 hari (SI3), Schedule Irigasi per 5 hari (SI5), dan Schedule Irigasi per 7 hari (SI7), 2) Dosis pupuk organik 1 (PO1) sebanyak 500 g/tanaman, dosis pupuk organik 2 (PO2) sebanyak 1000 g/tanaman, dan dosis pupuk organik 3 (PO3) sebanyak 1500 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan neraca air selama rentang waktu 178 hari setelah tanam (HST) menghasilkan jumlah hari defisit yang lebih dominan. Perubahan simpanan air (Δs) tertinggi pada tiap-tiap perlakuan terjadi pada 127 HST sebesar 44,25 mm, sedangkan perubahan simpanan air terendah yaitu sebesar -12,10 mm pada 160 HST untuk perlakuan SI3, serta pada 160 HST dan 173 HST untuk perlakuan SI5 dan SI7. Kemudian, berdasarkan nilai total neraca air SI7-PO2 merupakan perlakuan paling optimal. Selanjutnya, perhitungan nilai water productivity menunjukkan hasil tertinggi pada perlakuan SI5-PO1 yaitu sebesar 0,099 kg/liter dengan total bobot panen 13,838 kg dan total suplai air dari irigasi 100,78 liter.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Lemongrass (Cymbopogon nardus L.) is a plant that is widely cultivated in Southeast Asia and is known as a raw material for essential oil production. Lemongrass is a plant that is easy to grow even though it is planted in nutrient-poor areas such as marginal lands. Marginal land can be optimized into agricultural land by applying fertilizer and irrigation water. To see the effectiveness of fertilizer and irrigation, water balance analysis is needed, so the value of water balance on marginal land which has not been widely studied can be known. The research design consisted of 2 factors with 3 levels, namely 1) Irrigation Schedule every 3 days (SI3), Irrigation Schedule every 5 days (SI5), and Irrigation Schedule every 7 days (SI7), 2) Dose of organic fertilizer 1 (PO1) of 500 g/plant, dose of organic fertilizer 2 (PO2) of 1000 g/plant, and dose of organic fertilizer 3 (PO3) of 1500 g/plant. The results showed that the calculation of water balance during the span of 178 days after planting (DAP) resulted in a more dominant number of deficit days. The highest change in water storage (Δs) in each treatment occurred at 127 DAP at 44,25 mm, while the lowest change in water storage was -12,10 mm at 160 DAP for SI3 treatment, as well as at 160 DAP and 173 DAP for SI5 and SI7 treatments. Then, based on the total water balance value SI7-PO2 is the most optimal treatment. Furthermore, the calculation of water productivity value showed the highest result in SI5-PO1 which was 0,099 kg/liter with a total harvest weight of 13,838 kg and total water supply from irrigation of 100,78 liters.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save