Home
Login.
Artikelilmiahs
43368
Update
TASYA PUTRI LESTARI
NIM
Judul Artikel
Analisis Implementasi Program Penanggulangan Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Kembaran II
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang : Tuberkulosis Paru merupakan salah satu penyakit menular yang menyebabkan Kesehatan memburuk. Berdasarkan data UKP Puskesmas Kembaran II, tahun 2023 ditemukan sebanyak 376 kasus TB Paru, terhitung sejak awal tahun sampai bulan Juli 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran pelaksanaan komunikasi dan sumber daya dalam implementasi program penanggulangan TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kembaran II. Metodologi : Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap informan Wilayah Kerja Puskesmas Kembaran, serta telaah dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah thematic analysis. Hasil Penelitian : Implementasi program penanggulangan TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kembaran II secara keseluruhan telah dilaksanakan dengan baik dari segi komunikasi dan sumber daya. SDM yang tersedia, telah sesuai dengan kriteria yang tertera dalam Permenkes No 67/2016. Mengingat luasnya Wilayah Kerja Puskesmas Kembaran II, peran serta kader pendukung menjadi sangat penting. Jumlah staf pelaksana yang tersedia saat ini, masih belum cukup untuk menunjang usaha penemuan kasus TB Paru di lapangan. Kesimpulan : Implementasi program penanggulangan TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kembaran II sudah berjalan dengan baik, tetapi peran kader sebagai pendukung masih belum terpenuhi. Maka diperlukan adanya rekrutmen untuk pengoptimalan pencapaian target penanggulangan Tuberkulosis Paru
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Pulmonary Tuberculosis is one of the infectious diseases that cause health to deteriorate. Based on data from UKP Puskesmas Kembaran II, in 2023 there will be 376 cases of Pulmonary TB, starting from the beginning of the year until July 2023. This study aims to identify the picture of the implementation of communication and resources in the implementation of the Pulmonary TB control program in the Working Area of Puskesmas Kembaran II. Methodology: This research employs a qualitative method with a case study design. Data collection is carried out through in-depth interviews with informants of the Twin Health Center Working Area, as well as document review. The collected data is then analyzed using thematic analysis. Results: The implementation of the Pulmonary TB control program in the Working Area of Puskesmas Kembaran II as a whole has been carried out well in terms of communication and resources. The available human resources are in accordance with the criteria stated in Permenkes No. 67/2016. Given the vast working area of Puskesmas Kembaran II, the participation of supporting cadres is very important. The number of implementation staff currently available is still not enough to support efforts to find Pulmonary TB cases in the field. Conclusion: The implementation of the Pulmonary TB control program in the Puskesmas Kembaran II Working Area has gone well, but the role of cadres as supporters is still not fulfilled. Therefore, recruitment is needed to optimize the achievement of the target of combating Pulmonary Tuberculosis.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save