Home
Login.
Artikelilmiahs
43366
Update
DONI ARDIANTO
NIM
Judul Artikel
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI SALAK PONDOH DI KECAMATAN SUKOHARJO KABUPATEN WONOSOBO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Beberapa daerah di Indonesia menjadikan salak sebagai sumber pendapatan petani. Salah satunya di kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usahatani salak pondoh, mengetahui waktu kembalinya investasi pada usahatani salak pondoh, dan menganalisis sensitivitas usahatani salak pondoh apabila terjadi perubahan pada faktor tertentu.. Penelitian ini dilakukan di Desa Kupangan, Kajeksan, Pucungwetan, dan Pulus pada bulan Januari 2021 dan Oktober 2023. Penelitian menggunakan data primer yang diperoleh dengan mengumpulkan data menggunakan kuisioner pada 36 petani salak pondoh dengan metode purposive sampling di Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Wonosobo. Kelayakan usahatani salak pondoh dianalisis dengan menggunakan tiga kriteria yaitu NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), dan Net B/C (Net Benefit Cost Ratio). Sedangkan analisis sensitivitas variabel yang berubah adalah harga jual sebesar 25%. Hasil analisis dengan diskon faktor 8,4% pada umur tanaman 8 tahun diketahui nilai NPV Rp992.225.891,00 ; IRR 28,37%; dan Net B/C 2,50 sehingga diketahui usahatani layak untuk diusahakan. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan usahatani salak pondoh masih layak untuk dikembangkan apaabila terjadi perubahan harga jual 25% dan menjadi tidak layak apabila terjadi perubahan harga jual 41%. Sedangkan analisis payback period menunjukkan investasi usahatani salak pondoh dapat kembali dalam jangka waktu 6 tahun 1 bulan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
In some areas, snakefruit is a source of income for farmers. One of them is in Sukoharjo sub-district, Wonosobo Regency. This study aims to analyze the feasibility of salak pondoh farming, find out what year the investment in salak pondoh farming will return and analyze the sensitivity of the farm if there are changes in certain factors. This research was conducted in Kupangan, Kajeksan, Pucungwetan, and Pulus villages in January 2021 and October 2023. The study used primary data obtained by collecting data using questionnaires on 36 salak pondoh farmers using the purposive sampling method in Sukoharjo District, Wonosobo Regency. The feasibility of salak pondoh farming is analyzed using three criteria, namely NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), and Net B/C (Net Benefit Cost Ratio). While the sensitivity analysis of the variable that changes is the selling price by 25%. The results of the analysis with a factor discount of 8.4% at the age of 8 years plant are known NPV value Rp992,225,891,00; IRR 28.37%; and Net B/C 2.50 so that it is known that farming is worth cultivating. The results of the sensitivity analysis show that Pondoh salak farming is still feasible to develop if there is a change in selling price of 25% and becomes unfeasible if there is a change in selling price of 41%. Meanwhile, the payback period analysis shows that Pondoh salak farming investment can be returned within a period of 6 years and 1 month.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save