Home
Login.
Artikelilmiahs
43315
Update
PUSPITA WULANDHANI WIBAWA
NIM
Judul Artikel
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PARTISIPASI METODE OPERASI WANITA (MOW) PADA PASANGAN USIA SUBUR DALAM KELUARGA BERENCANA DI KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Menurut BKKBN (2021) Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar dengan kualitas rendah, laju pertumbuhan penduduk yang tinggi (2,1%), struktur usia yang kurang menguntungkan yaitu kelompok usia usia muda (0-14 th) relatif besar (42,1 %). Disamping itu persebaran dan kepadatan penduduk yang tidak seimbang sekitar 60% penduduk berdiam di pulau Jawa dan Bali serta angka kelahiran total (TFR) pada tahun 1971 sebesar 4,3%. Dengan adanya hal tersebut, Indonesia memberlakukan program Keluarga Berencana (KB) untuk mengurangi kepadatan penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara faktor jumlah anak, usia, dan tingkat tingkat pendidikan dengan partisipasi wanita PUS dalam mengikuti program KB di Kecamatan Sokaraja, Banyumas terutama dalam partisipasi wanita menggunakan alat kontrasepsi Metode Operasi Wanita (MOW). Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling. Dengan rumus slovin didapatkan jumlah sampel sebanyak 99 pasangan usia subur di Kecamatan Sokaraja. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan, usia dan jumlah anak, dan tingkat pendidikan pada wanita usia subur dengan penggunaan metode alat kontrasepsi Metode Operasi Wanita pada pasangan usia subur dalam keluarga berencana Kecamatan Sokaraja dengan jumlah responden 100 akseptor KB di Kecamatan Sokaraja.
Abtrak (Bhs. Inggris)
According to BKKBN (2021), Indonesia has a large population with low quality, a high population growth rate (2.1%), and an unfavorable age structure, with a relatively large proportion of young age groups (0-14 years) at 42.1%. Additionally, there is an imbalanced distribution and population density, where around 60% of the population resides in Java and Bali. The total fertility rate (TFR) in 1971 was 4.3%. In response to these challenges, Indonesia has implemented a Family Planning (FP) program to reduce population density. This study aims to determine whether there is a relationship between the factors of the number of children, age, and education level with the participation of women of childbearing age (PUS) in the FP program in Sokaraja District, Banyumas, especially regarding the participation of women using the Female Sterilization Method (MOW) contraceptive method. The research method employed in this study is a survey method with probability sampling techniques. Using the Slovin formula, a total of 99 fertile-age couples in Sokaraja District were determined as the sample size. The results of this study indicate a relationship between knowledge, age, the number of children, and educational level in women of childbearing age regarding the use of the Female Sterilization Method as a contraceptive method among fertile-age couples participating in the family planning program in Sokaraja District, with 100 respondents accepting FP methods in Sokaraja District
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save