Home
Login.
Artikelilmiahs
43283
Update
RIZQI PAMBUDI KURNIAWAN
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Kepadatan Hunian dan Lingkungan Sosial terhadap Kejadian TB di Desa Beji dan Karangnangka
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Tuberkolosis (TB) merupakan salah satu dari 20 penyebab utama kematian di seluruh dunia. Indonesia berada pada peringkat ke-3 dengan penderita TBC tertinggi di dunia. Desa Beji dan Karangnangka merupakan 2 desa dengan kasus TB tertinggi di Kecamatan Kedungbanteng, dengan angka kasus periode Januari-Agustus 2023 mencapai 130. TB memerlukan intervensi sosial, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara kepadatan hunian dan lingkungan sosial terhadap kejadian TB di desa Beji dan Karangnangka, Kecamatan Kedungbanteng.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan case control dan dilakukan mulai bulan September hingga bulan Desember tahun 2023. Responden kelompok kasus sebanyak 35 orang diambil menggunakan metode total sampling, sedangkan kelompok kontrol diambil menggunakan metode purposive sampling dengan perbandingan 1:1. Variabel penelitian ini meliputi bebas, yaitu kepadatan huniandan lingkungan sosial (pendidikan, status pekerjaan, pendapatan keluarga, status pernikahan, dan perilaku merokok) dengan variabel terikat yaitu kejadian TB. Analisis yang digunakan meliputi univariat, bivariat, dan multivariatHasil Penelitian: Variabel yang berhubungan dengan kejadian TB adalah kepadatan hunian (p value: 0,000) dan pendapatan keluarga (p value: 0,001). Variabel yang tidak berhubungan dengan kejadian TB adalah pendidikan (p value:0,806), status pekerjaan (p value: 1,000), status pernikahan (p value: 0,883), dan perilaku merokok (p value: 1,000). Variabel yang berpengaruh kejadian TB adalah kepadatan hunian (OR: 4,948 ) dan pendapatan keluarga (OR: 0,058).Kesimpulan: Faktor yang mempengaruhi kejadian TB di Desa Beji dan Karangnangka, Kecamatan Kedungbanteng adalah kepadatan hunian dan pendapatan keluargaKata Kunci: Kejadian TB, Kepadatan Hunian, Lingkungan Sosial, Pengaruh.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Tuberculosis (TB) is one of the top 20 leading causes of death worldwide. Indonesia ranks third with the highest TB cases globally. Beji and Karangnangka Villages have the highest TB cases in Kedungbanteng Sub-District Health Center, with 130 cases reported from January to August 2023. TB requires social, economic, and environmental interventions. This research aims to determine the influence of residential density and social environment on the incidence of TB in the villages of Beji and Karangnangka, Kedungbanteng Sub-District.Method: This study employs a case-control approach conducted from September to December 2023. The case group, consisting of 35 individuals, was selected using total sampling, while the control group was chosen through purposive sampling with a 1:1 ratio. The research variables include independent variables such as residential density and social environment (education, employment status, family income, marital status, and smoking behavior) and the dependent variable is the occurrence of TB. The analysis includes univariate, bivariate, and multivariate.Research Results: Variables related to the occurrence of TB are residential density (p-value: 0.000) and family income (p-value: 0.001). Variables not associated with TB incidence are education (p-value: 0.806), employment status (p-value: 1.000), marital status (p-value: 0.883), and smoking behavior (p-value: 1.000). Variables influencing TB incidence are residential density (OR: 4.948) and family income (OR: 0.058).Conclusion: Factors influencing TB incidence in the villages of Beji and Karangnangka, Kedungbanteng Sub-District, are residential density and family income.Keywords: TB Incidence, Residential Density, Social Environment, Influence
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save