Home
Login.
Artikelilmiahs
43150
Update
RAGIL ZULIANA ADHIVA
NIM
Judul Artikel
KOLABORASI DAN KOMUNIKASI PERANGKAT DAERAH DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kemiskinan merupakan suatu permasalahan sosial yang banyak dialami oleh negara berkembang, salah satunya Indonesia. Hingga tahun 2023, persentase penduduk miskin di Indonesia adalah sebanyak 9,36% dan di Provinsi Jawa Tengah adalah sebesar 10,93%. Salah satu daerah yang masih tergolong miskin di Provinsi Jawa Tengah adalah Kabupaten Banyumas dengan persentase sebesar 12,53%. Berbagai upaya pengentasan kemiskinan terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas yang difokuskan pada 3 strategi utama, yaitu mengurangi beban pengeluaran, meningkatkan pendapatan, dan meminimalkan kantong kemiskinan. Penelitian ini bertujuan menganalisa bagaimana proses kolaborasi dan komunikasi perangkat daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui proses wawancara, dokumentasi, dan observasi serta menggunakan konsep collaborative governance menurut Ansell dan Gash. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antar perangkat daerah di Kabupaten Banyumas dalam rangka pengentasan kemiskinan sudah terjalin dengan baik meski belum optimal. Hal tersebut dilihat antar perangkat daerah sudah memenuhi indikator proses kolaborasi menurut Ansell dan Gash, yang terdiri dari face to face dialogue, trust building, commitment to the process, shared understanding, dan intermediate outcomes serta terdapat dinamika komunikasi dan keterbukaan dalam proses komunikasi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Poverty is a social problem experienced by many developing countries, including Indonesia. Until 2023, the percentage of poor people in Indonesia was 9.36 percent and in Central Java was 10.93%. One of the regions that is still classified as poor in Central Java is Banyumas Regency with a percentage of 12.53%. Various poverty alleviation efforts continue to be carried out by the Government of Banyumas Regency, focusing on three main strategies, namely reducing expenses, increasing income, and minimizing poverty pockets. This research aims to analyze how the process of collaboration and communication between local government in poverty alleviation efforts in Banyumas Regency. The method used in this research is a qualitative method with data collection through interviews, documentation, and observation and using the concept of collaborative governance according to Ansell and Gash. The results showed that collaboration between local government organization in Banyumas Regency in the context of poverty alleviation has been well established. It can be seen that the inter local government have fulfilled the indicators of the collaboration process according to Ansell and Gash, which consist of face-to-face dialogue, trust building, commitment to the process, shared understanding, and intermediate outcomes outcomes as well as communication dynamics and openness of communication.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save