Home
Login.
Artikelilmiahs
43112
Update
HENRIDHO NAUFAL ARRAHMAN
NIM
Judul Artikel
CERAI GUGAT KARENA SUAMI PEMABUK DAN PENJUDI (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Enrekang Nomor 47/Pdt.G/2023/PA.Ek)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Perkawinan merupakan ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Tujuan perkawinan adalah untuk membentuk keluarga yang bahagia, kekal, dan sejahtera maka Undang-Undang menganut prinsip untuk mempersukar terjadinya perceraian, untuk memungkinkan perceraian harus ada alasan-alasan tertentu serta harus dilakukan di depan Sidang Pengadilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam memutuskan perkara perceraian terhadap Putusan Pengadilan Agama Enrekang Nomor 47/Pdt.G/2023/PA.Ek dan bagaimana akibat hukum cerai gugat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian perskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan. Data yang disajikan dalam bentuk teks naratif dengan menggunakan analisis normatif kualitatif. Berdasarkan data hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa Majelis Hakim dalam Putusannya mengabulkan permohonan cerai gugat akibat adanya perselisihan dan pertengkaran yang terjadi secara terus-menerus, hakim hanya mendasarkan pada Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan jo Pasal 19 huruf f Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf f KHI.Menurut peneliti dalam perkara tersebut terdapat fakta hukum berupa suami sering berjudi, dan sering meminum-minuman keras (alkohol) yang bersifat memabukkan, sehingga Majelis hakim dalam pertimbangan hukumnya dapat menambahkan Penjelasan Pasal 39 ayat (2) huruf (a) Undang-Undang Nomor 1 Tahun1974 jo Pasal 19 huruf (a) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf (a) KHI. Akibat hukum dari adanya cerai gugat seccara normatif dapat berdampak terhadap para pihak, anak, harta perkawinan, dan pihak ketiga, namun dalam putusan ini terdapat 2 (dua) hal, yaitu terhadap para pihak dan terhadap anak. Akibat hukum terhadap para pihak yaitu talak satu ba’in sughra yang mengakibatkan mantan suami dilarang untuk rujuk kembali dengan mantan istri, namun diantara mereka bisa melakukan akad nikah baru meskipun masih dalam massa iddah, hal tersebut berdasarkan ketentuan Pasal 119 Kompilasi Hukum Islam. Sedangkan akibat hukum terhadap anak, yaitu anak berhak memilih hak pemeliharaan di antara ayah atau ibunya dikarenkan anak sudah mumayyiz,namun biaya pemeliharaan tetap ditanggung oleh ayahnya, sebagaimana diatur dalam Pasal 105 huruf (b) dan (c) Kompilasi Hukum Islam.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Marriage is an inner birth bond between a man and a woman as husband and wife with the aim of forming a happy and eternal family based on the One True Godhead. The purpose of marriage is to form a happy, eternal, and prosperous family, so the law adheres to the principle of making divorce difficult, to allow divorce there must be certain reasons and must be carried out before the Court. This study aims to find out how the judge's legal considerations in deciding divorce cases against the Enrekang Religious Court Decision Number 47/Pdt.G/2023/PA. Ek and how the legal consequences of divorce lawsuits. The research method used in this study is normative juridical with analytical perscriptive research specifications. The data source used is secondary data obtained from literature studies. Data are presented in the form of narrative texts using qualitative normative analysis. Based on data from research and discussion results showing that the Panel of Judges in its Decision granted the divorce application due to disputes and quarrels that occurred continuously, the judge only based on Article 39 paragraph (2) of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage jo Article 19 letter f Government Regulation Number 9 of 1975 jo Article 116 letter f KHI. According to researchers in the case, there are legal facts in the form of husbands often gambling, and often drinking alcohol ) which is intoxicating, so that the Panel of Judges in its legal consideration may add an Explanation to Article 39 paragraph (2) letter (a) of Law Number 1 of 1974 jo Article 19 letter (a) of Government Regulation Number 9 of 1975 jo Article 116 letter (a) of the KHI. The legal consequences of divorce normatively can affect the parties, children, marital property, and third parties, but the legal consequences of divorce in this decision are 2 (two) things, namely against the parties and against children. The legal effect on the parties is talaq one ba'in sughra which results in the ex-husband being forbidden to reconcile with the ex-wife, but among them can enter into a new marriage contract even though it is still in the mass of iddah, it is based on the provisions of Article 119 of the Compilation of Islamic Law. While the legal consequences for children, namely the child has the right to choose the right of maintenance between father or mother because the child is mumayyiz, but the maintenance costs are still borne by the father, as stipulated in Article 105 letters (b) and (c) of the Compilation of Islamic Law.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save