Home
Login.
Artikelilmiahs
42858
Update
GIBRAN CHAFID ABDULLAH
NIM
Judul Artikel
APLIKASI DINSAR PADA PENURUNAN TANAH DAN PENGARUHNYA TERHADAP BANJIR ROB MENGGUNAKAN PEMODELAN NUMERIS 2D KOTA SEMARANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penurunan tanah dan banjir merupakan fenomena tidak asing di Kota Semarang. Penurunan tanah Kota Semarang dipengaruhi struktur geologinya berupa endapan alluvium muda yang mudah memadat, serta diperparah pemompaan air tanah secara berlebihan. Apabila terus terjadi, dapat menyebabkan elevasi tanah semakin turun dan mampu memperbesar banjir saat hujan deras maupun limpasan pasang air laut. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hubungan penurunan tanah dengan kondisi banjirnya yang berdampak terhadap penggunaan lahan di Kota Semarang. Hal tersebut diketahui dengan mencari besar penurunan tanah dan tinggi banjir beberapa tahun terdekat yang kemudian juga dapat menghasilkan prediksi kondisi yang sama di masa depan. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan mencari data statistik pada kedua fenomena yang dianalisis. Untuk mendukung proses analisis kedua fenomena tersebut, dilakukan teknik DinSAR pada penurunan tanah menggunakan software SNAP, dan pemodelan numeris 2D pada banjir dengan software HEC-RAS. Hasil dari penelitian kedua fenomena di Kota Semarang tersebut menunjukkan penggunaan lahan yang paling terdampak pada kawasan industri dan transportasi akibat penurunan tanah rata-rata setiap tahun sebesar -9 cm dan banjir tahun 2022 setinggi rata-rata 21,12 cm yang menggenangi 10,523% Kota Semarang. Prediksi tahun 2031 elevasi tanah turun sebesar -81 cm yang menyebabkan ketinggian banjir menjadi 103,27 cm yang menggenangi 20% Kota Semarang.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Land subsidence and flooding are familiar phenomena in Semarang City. Semarang City's land subsidence is influenced by its geological structure of young alluvium deposits that compact easily, and is exacerbated by excessive groundwater pumping. If it continues to occur, it can cause land elevation to decrease and can increase flooding during heavy rains and tidal runoff. The purpose of the study was to determine the relationship between land subsidence and flooding conditions that affect land use in Semarang City. This is known by finding the amount of land subsidence and flood height in the nearest years which can then also produce predictions of the same conditions in the future. This research is quantitative in nature by looking for statistical data on both phenomena analysed. To support the analysis process of both phenomena, DinSAR technique on land subsidence was conducted using SNAP software, and 2D numerical modelling on flood with HEC-RAS software. The results of the study of the two phenomena in Semarang City show that the most affected land use in industrial and transport areas due to land subsidence averaged annually at -9 cm and flooding in 2022 with an average height of 21.12 cm which inundated 10.523% of Semarang City. Predicted in 2031 the land elevation dropped by -81 cm causing the flood height to be 103.27 cm inundating 20% of Semarang City.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save