Home
Login.
Artikelilmiahs
42765
Update
ANNA ARIQIA SUSILO
NIM
Judul Artikel
ANALISIS KECENDERUNGAN KENAIKAN ELEVASI PASANG SURUT AIR LAUT TERHADAP BANJIR ROB DI KOTA PEKALONGAN DENGAN PEMODELAN HEC-RAS 2D
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kota Pekalongan adalah sebuah wilayah di Provinsi Jawa Tengah dimana bagian utara daerah tersebut merupakan dataran rendah dan berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Karena letaknya tersebut maka sering terjadi banjir rob akibat dari pasang air laut yang lebih tinggi dari bibir pantai atau daratan pesisir pantai, sehingga mengakibatkan air laut masuk ke daratan dan terjadi banjir. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Dalam metode penelitian kuantitatif ini, digunakan data spasial dan data hidrologi. Penelitian ini membandingkan simulasi prediksi banjir untuk kondisi eksisting dengan prediksi banjir 20 tahun yang akan datang. Berdasarkan hasil simulasi model banjir, dilihat bahwa luasan limpasan banjir meningkat sebesar 0,85 km2. Namun angka 0,85 km2 tersebut juga dapat dikatakan relatif kecil karena tidak memperhitungkan pengaruh dari penurunan tanah di Kota Pekalongan selain itu didapat kedalaman banjir pada wilayah Kota Pekalongan tahun 2022 sampai 2042 mengalami peningkatan. Hal ini dikarenakan kenaikan pasang surut air laut yang terus meningkat tiap tahunnya. Bahkan untuk selisih kenaikan tinggi banjir selama 20 tahun berbeda-beda di setiap titik tinjau. Dan banjir yang terjadi pada tahun 2042 lebih besar dari banjir yang pernah terjadi di Kota Pekalongan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Pekalongan City is an area in Central Java Province where the northern part of the area is lowland and directly borders with the Java Sea. Because of its location, tidal floods often occur as a result of sea tides that are higher than the shore line or coastal land, resulting in sea water entering the land and flooding occurs. The research method used in this study is quantitative research method. In this quantitative research method, spatial data and hydrological data are used. This research compares flood prediction simulations for existing conditions with flood predictions for the next 20 years. Based on results of the flood model simulation, it can be seen that the flood run off area increases by 0.85 km2. However, the figure of 0,85 km2 can also be said to be relatively small because it does no take into account the influence of land subsidence in Pekalongan City. In addition, the depth of flooding in the Pekalongan City area from 2022 to 2042 has increased This is due to the increase in sea tides which continues to increase every year. Even the difference in the increase in flood height for 20 years varies at each review point. And the flood that occurred in 2042 was greater than the flood that had occurred in Pekalongan City.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save