Home
Login.
Artikelilmiahs
42717
Update
ANGGRAENI PUTRI KUSUMAWARDANI
NIM
Judul Artikel
Valuasi Ekonomi Objek Wisata Kebun Teh Kertosari di Banjarengara (Pendekatan Willingness to Pay)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Objek Wisata Kebun Teh Kertosari yang terletak di Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara merupakan satu-satunya Kebun Teh yang dijadikan tempat wisata yang memiliki potensial untuk dikembangkan. Pengembangan wisata ini dapat dilakukan dengan mamaksimalkan pengelolaan dan pelestarian setiap potensi yang ada seperti perbaikan sarana dan prasarana serta menambah fasilitas dengan tujuan meningkatkan jumlah kunjungan. Berdasarkan data yang sudah diperoleh, hasil analisis dalam penelitian ini yaitu: (1) Pengunjung wisata kebun teh kertosari didominasi oleh individu berusia 21-23 tahun, berasal dari Banjarnegara, belum atau tidak menikah, dengan pendapatan Rp 1.725.002 – Rp 2.187.502 dan biaya perjalanan Rp 44.251 – Rp 66.501 serta berkunjung satu kali, (2) Variabel bids, pendapatan, status perkawinan, dan frekuensi kunjungan berpengaruh signifikan terhadap WTP. Sementara itu, biaya perjalanan, umur, dan asal daerah tidak berpengaruh signifikan terhadap WTP, (3) Nilai WTP perindividu sebesar Rp 10.570.00 dengan total nilai ekonomi sebesar Rp 181.951.980,00, dan (4) Besar nilai suplus konsumen perindividu adalah Rp 3.570,00 dengan total surplus konsumen adalah Rp 61.453.980,00.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The Kertosari Tea Plantation Tourist Attraction, located in the Kalibening Sub-district, Banjarnegara Regency, is the sole tea plantation designated for tourism and holds substantial potential for development. This can be achieved by optimizing the management and preservation of existing assets, including infrastructure improvements and facility additions, aimed at increasing the number of visitors. The results of the analysis in this research are that (1) visitors to the Kertosari tea plantation are dominated by individuals aged 21–23 years, originating from Banjarnegara, not yet married, with an income of IDR 1,725,002–IDR 2,187,502 and travel costs of IDR 44,251–IDR 66,501 and a one-time visit. (2) The variable bids, income, marital status, and frequency of visits have a significant effect on WTP; meanwhile, travel costs, age, and regional origin do not have a significant effect on WTP. (3) The WTP value per individual is IDR 10,570.00, with a total economic value of IDR 181,951,980.00, (4) The individual consumer surplus is Rp 3,570.00, with a total consumer surplus of Rp 61,453,980.00.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save