Home
Login.
Artikelilmiahs
42703
Update
NONI OLDRI LESTARI
NIM
Judul Artikel
Representasi Budaya dalam Kehidupan Nomaden Tokoh Sri Ningsih pada Novel Tentang Kamu Karta Tere Liye
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini merupakan penelitian karya sastra (novel) yang bertujuan untuk menemukan representasi budaya dalam cerita secara detail. Penelitian ini menggunakan metode desktriptif kualitatif. Data yang didapatkan dalam penelitian ini bersumber dari pengumpulan data dengan cara membaca, mencatat, dan studi literatur. Data yang terkumpul dianalisis dan diuraikan menggunakan teori representasi Stuart Hall dibantu unsur-unsur pembentuk kebudayaan Koentjaraningrat. Teknis analisis data dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa tokoh Sri Ningsih hidup secara nomaden mulai dari Pulau Bungin yang terpencil ke Surakarta untuk melanjutkan pendidikan yang lebih baik di Madrasah. Beranjak dewasa, Sri Ningsih pindah dari Surakarta ke kota metropolitan Jakarta dan mengeksplorasi banyak jenis pekerjaan di Jakarta. Usia menjelang 30 tahunan, dengan pengetahuan dan kemampuan berbahasa yang matang, Sri Ningsih pindah ke London. Sri Ningsih di usia lanjut menghabiskan hidupnya di sebuah panti jompo di Paris. Karakter Sri Ningsih adalah tokoh yang sederhana, mudah beradaptasi, dan pekerja keras terbentuk sehingga mendukung pilihan hidupnya untuk menjadi seorang nomaden. Namun, karakternya yang juga suka menyalahkan diri sendiri atas peristiwa buruk di masa lalu, menjadi faktor pendorong Sri ningsih melakukan perjalanan hidup nomaden untuk menghindari masalah yang datang. Perjalanan hidup nomaden Sri Ningsih membuatnya menjumpai budaya-budaya yang beragam dengan tolak ukur tujuh unsur pembentuk kebudayaan Koentjaraningrat. Perjalanan dari satu kota ke satu kota lainnya direpresentasikan dengan peningkatan modernitas dan peluang yang semakin berkembang, temuan tersebut menunjukan bahwa kehidupan nomaden Sri Ningsih selaras dengan konsep perjalanan Sara Upstone yakni pengembaraan untuk meraih cita-cita individu maupun kelompok.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research is a study of literary works (novels) that aims to find cultural representations in stories in detail. This research uses a qualitative descriptive method. The data obtained in this research comes from data collection by reading, taking notes, and studying literature. The collected data was analyzed and described using Stuart Hall's representation theory, assisted by the elements that form Koentjaraningrat's culture. Data analysis techniques in this research include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. This research resulted in the finding that the character Sri Ningsih lived a nomadic life, starting from the remote Bungin Island to Surakarta to continue a better education at a madrasah. Growing up, Sri Ningsih moved from Surakarta to the metropolitan city of Jakarta and explored the many types of jobs in Jakarta. Approaching her 30s, with mature knowledge and language skills, Sri Ningsih moved to London. Sri Ningsih, in her old age, spent her life in a nursing home in Paris. Sri Ningsih's character is simple, adaptable, and hardworking, which supports her life choice to become a nomad. However, her character, who also likes to blame herself for bad events in the past, is the driving factor for Sri Ningsih to undertake a nomadic life journey to avoid future problems. Sri Ningsih's nomadic life journey made her encounter diverse cultures, as measured by the seven elements that make up Koentjaraningrat culture. Journey from one city to another is represented by increasing modernity and growing opportunities. These findings show that Sri Ningsih's nomadic life is in line with Sara Upstone's concept of travel, namely the odyssey to achieve individual and group goals.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save