Home
Login.
Artikelilmiahs
42432
Update
RIFQI RADITYA KURNIAWAN
NIM
Judul Artikel
Karakter Fisiologis Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) terhadap Aplikasi Pupuk Organik Cair Urin Kelinci dan Pengurangan Dosis Pupuk NPK
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian bertujuan untuk mendapatkan pengaruh fisiologis tanaman bawang merah terhadap pemberian konsentrasi pupuk urin kelinci terbaik, dosis pengurangan pupuk NPK, dan interaksinya. Penelitian dilaksanakan dari Maret 2023 sampai Agustus 2023 di Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor dan 3 ulangan dengan 12 kombinasi perlakuan. Faktor pertama merupakan pemberian konsentrasi POC urin kelinci dengan 4 taraf, yaitu 0 mL/L, 100 mL/L, 150 mL/L, dan 200 mL/L. Faktor kedua adalah pengurangan dosis pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf pengurangan 0%, 25%, dan 50%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk urin kelinci pada luas daun berbeda nyata di 24 hari setelah tanam (HST) dan 52 HST, Indeks luas daun pada 38 dan 52 HST, kehijauan daun pada 38 HST, bobot akar kering pada 10 HST, Laju Asimilasi Bersih pada 38 HST, Laju Pertumbuhan Tanaman berbeda nyata pada 38 HST. Perlakuan pengurangan pupuk terlihat berbeda nyata pada luas daun pada 52 HST, indeks luas daun 10, 24, 52 HST, bobot akar kering pada 10 HST. Laju Asimilasi Bersih pada 24 dan 52 HST, Laju Pertumbuhan Tanaman di 24 HST. Interaksi antara konsentrasi pupuk urin kelinci dan konsentrasi pengurangan pupuk NPK terlihat berbeda nyata pada luas daun pada 24 dan 52 HST, indeks luas daun 24, 38, dan 52 HST. Kehijauan daun pada 38 HST. Bobot akar kering pada 24 HST. Laju Asimilasi Bersih pada 24, 38, dan 52 HST. Laju Pertumbuhan Tanaman pada 24, 38, dan 52 HST.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The study aimed to obtain the physiological effects of shallot plants on the application of the best concentration of rabbit urine Organic Liquid Fertilizer (OLF), reduced doses of NPK fertilizer, and their interactions. The research was conducted from March 2023 to August 2023 in Banjarsari Wetan Village, Sumbang District, Banyumas Regency. The design used was a Complete Randomized Block Design (CRBD) with 2 factors and 3 replications with 12 treatment combinations. The first factor was the concentration of rabbit urine OLF with 4 levels, namely 0 mL/L, 100 mL/L, 150 mL/L, and 200 mL/L. The second factor is the reduction of NPK fertilizer dose consisting of 3 levels of 0%, 25%, and 50% reduction. The results showed that rabbit urine OLF treatment on leaf area was significantly different at 24 days after planting (DAP) and 52 DAP, leaf area index at 38 and 52 DAP, leaf greenness at 38 DAP, dry root weight at 10 DAP, Net Assimilation Rate at 38 DAP, Plant Growth Rate was significantly different at 38 DAP. The fertilizer reduction treatment was significantly different in leaf area at 52 DAP, leaf area index at 10, 24, 52 DAP, dry root weight at 10 DAP. Net Assimilation Rate at 24 and 52 DAP, Plant Growth Rate at 24 DAP. The interaction between rabbit urine fertilizer concentration and NPK fertilizer reduction concentration was significantly different in leaf area at 24 and 52 DAP, leaf area index at 24, 38, and 52 DAP. Leaf greenness at 38 DAP. Dry root weight at 24 DAP. Net Assimilation Rate at 24, 38, and 52 DAP. Plant Growth Rate at 24, 38, and 52 DAP.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save