Home
Login.
Artikelilmiahs
42430
Update
ESTER MASTIUR SITORUS
NIM
Judul Artikel
Karakteristik Antioksidatif dan Warna Ekstrak Parijoto pada Variasi Waktu Ekstraksi dan Rasio Bahan dengan Pelarut menggunakan Metode Microwave Assisted Extraction
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Parijoto (Medinilla speciosa) merupakan buah yang memiliki berbagai senyawa antioksidan, seperti fenol, flavonoid, tanin dan saponin. Beberapa penelitian mengenai parijoto telah menggunakan berbagai metode ekstraksi untuk memperoleh senyawa-senyawa tersebut. Pada penelitian ini, dilakukan ekstraksi dengan metode ekstraksi yang belum pernah diaplikasikan pada parijoto, yaitu metode MAE. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik antioksidatif dan warna ekstrak parijoto pada waktu ekstraksi serta rasio bahan dengan pelarut yang berbeda. Penelitian juga bertujuan untuk mengetahui kombinasi waktu ekstraksi dan rasio bahan dengan pelarut pada proses ekstraksi menggunakan metode MAE dengan karakteristik antioksidatif dan warna terbaik pada ekstrak parijoto. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas 2 faktor berbeda, yaitu waktu ekstraksi (2, 4 dan 6 menit) dan rasio bahan dengan pelarut (1:5, 1:10 dan 1:15), sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Pengujian terdiri atas 3 blok sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Parameter yang diamati dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu karakteristik kualitatif fitokimia (alkaloid, fenol, flavonoid, saponin dan tanin), antioksidatif (aktivitas antioksidan dan kandungan total fenolik) dan warna (kecerahan, kemerahan dan kekuningan). Data hasil penelitian diuji menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) dan uji lanjut DMRT pada taraf kepercayaan sebesar 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak parijoto yang diperoleh melalui metode MAE mengandung senyawa fitokimia berupa alkaloid, fenol, flavonoid dan tanin. Perpanjangan waktu ekstraksi menyebabkan terjadinya penurunan pada kandungan total fenolik dan nilai kekuningan ekstrak parijoto. Pada faktor rasio bahan dengan pelarut, peningkatan rasio menyebabkan peningkatan pada aktivitas antioksidan, nilai kecerahan dan kekuningan serta penurunan pada kandungan total fenolik dan nilai kemerahan ekstrak parijoto. Perlakuan terbaik pada penelitian ini diperoleh pada waktu ekstraksi 4 menit dan rasio bahan dengan pelarut sebesar 1:5 yang menghasilkan ekstrak parijoto melalui metode MAE dengan nilai IC50 lebih kuat dibandingkan ekstrak yang diperoleh melalui metode maserasi pada faktor yang sama.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Parijoto (Medinilla speciosa) is a fruit rich in antioxidants such phenol, flavonoid, tannin, and saponin. To obtain these chemicals, multiple research studies on parijoto have employed various extraction methods. In this study, extraction was carried out using a method that has never been used on parijoto before, namely the MAE method. The study aimed to determine the anti-oxidative properties and color of parijoto extract at various extraction times, as well as the feeds-to-solvent ratio. The study also intends to find the best combination of extraction times and feeds-to-solvent ratio in the MAE method for extracting parijoto extract with the best anti-oxidative properties and color. The study used a factorial Randomized Block Design (RBD) with two variables, extraction times (2, 4, and 6 minutes) and feeds-to-solvent ratio (1:5, 1:10, and 1:15), resulting nine combinations. treatment. Testing was divided into three blocks, resulting a total of 27 experimental units. The parameters analyzed were classified into three groups: phytochemical characteristics (alkaloid, phenol, flavonoid, saponin, and tannin), antioxidative (antioxidant activity and total phenolic content), and color (brightness, reddish, and yellowish). At a confidence level of 5%, the research data was examined using ANOVA (Analysis of Variance) and the DMRT following test. According to the research results, parijoto extract prepared using the MAE method contained phytochemical compounds such as alkaloid, phenol, flavonoid, and tannin. The total phenolic content and yellowness value of the parijoto extract decreased when the extraction time was increased. When the feeds-to-solvent ratio is increased, the antioxidant activity, brightness, and yellowness values of parijoto extract increase, while the total phenolic content and redness value decrease. The best treatment in this study was obtained with a 4 minute extraction time and a 1:5 feeds-to-solvent ratio, which produced parijoto extract using the MAE method with a higher IC50 value than the extract obtained using the maceration method at the same factor.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save