Home
Login.
Artikelilmiahs
42417
Update
AYU SRI RAHAYU
NIM
Judul Artikel
Kelayakan Finansial Dan Kontribusi Industri Rumah Tangga Tahu Terhadap Pendapatan Keluarga Di Desa Muktisari Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Salah satu daerah di Kabupaten Ciamis yang merupakan daerah produksi tahu adalah Desa Muktisari, Kecamatan Cipaku. Skala usaha tahu yang ada di Desa Muktisari masih berbentuk industri rumah tangga, sehingga dalam pengolahannya masih menggunakan cara tradisional. Bahan baku untuk pembuatan tahu dan proses pemasaran tahu dilakukan oleh para perajin tahu itu sendiri. Harga bahan baku selalu berfluktuasi yang dapat mempengaruhi pendapatan. Perajin belum memiliki catatan arus kas yang jelas. Perajin tahu memiliki pendapatan lain yang dihasilkan di luar industri rumah tangga tahu yang bersumber dari pendapatan on-farm, off-farm, dan non-farm. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menghitung besar pendapatan usaha industri rumah tangga tahu. 2) Menganalisis kelayakan finansial industri rumah tangga tahu. 3) Menghitung besarnya kontribusi pendapatan industri rumah tangga tahu terhadap pendapatan keluarga. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 8 industri rumah tangga. Pengambilan sampel menggunakan teknik sensus atau sampling total. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi pustaka. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan, R/C ratio, total pendapatan keluarga, dan kontribusi industri rumah tangga tahu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya yang dikeluarkan oleh industri rumah tangga tahu sebesar Rp32.999.738/bulan dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp53.932.500/bulan maka didapatkan rata-rata pendapatan sebesar Rp20.932.763/bulan dengan nilai R/C ratio sebesar 1,6. Besar rata-rata pendapatan di luar industri rumah tangga tahu sebesar Rp2.805.814/bulan dan rata-rata pendapatan total keluarga sebesar Rp24.001.076/bulan maka diketahui nilai kontribusi sebesar 88%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
One of the areas in Ciamis district which is a tofu production area is Muktisari village, Cipaku sub-district. The scale of the tofu business in Muktisari village is still a home industry, so the processing still uses traditional methods. The raw materials for making tofu and tofu marketing processes are carried out by the tofu craftsmen themselves. Raw material prices always fluctuate which can affect income. Craftsmen do not yet have clear cash flow records. Tofu craftsmen have other income generated outside the home tofu industry which come from on-farm, non-farm, and non-farm income. The research aims to: 1) Calculate the income of the tofu home industry business. 2) Analyze the financial feasibility of the tofu home industry. 3) Calculate the contribution of tofu home industri income to family income. The sample used in this research was 8 home industri. Sampling uses census or total sampling techniques. Data collection techniques in this research used observation, interview, and literature studies. The data obtained were analyzed using analysis of costs, revenues, income, R/C ratio, total family income, and contribution of the tofu home industry. The research results show that the average costs incurred by the tofu home industry are Rp32.999.738/month with an average income of Rp53.932.500/month so the average income is Rp20.932.763/month with an R/C ratio value ratio of 1,6. The average income outside the home industry is Rp2.805.814/month and the average total family income is Rp24.001.076/month, so it is known that the contribution value is 88%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save