Home
Login.
Artikelilmiahs
42379
Update
ANDRIAN FAUZI CAHYADI PUTRA
NIM
Judul Artikel
Rancang Bangun Sistem Irigasi Tetes Otomatis Berdasarkan Waktu Penyiraman dan Indikator Hujan Pada Budidaya Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kebutuhan air tanaman khususnya kacang panjang digunakan untuk memenuhi evapotranspirasi tanaman agar dapat tumbuh dengan optimal. Pemenuhan kebutuhan air tanaman dilakukan dengan cara sistem irigasi. Banyak sistem tersebut masih menggunakan cara buka tutup saluran pipa air irigasi dengan manual. Kondisi tersebut mengakibatkan pemberian air sering tidak dapat dikendalikan sehingga berdampak pada ketidaksesuaian suplai air dan kurang efisiennya tenaga kerja. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan penerapan teknik pengelolaan irigasi yang efektif dan efisien yaitu dengan menerapkan sistem irigasi tetes otomatis berdasarkan waktu penyiraman dan indikator hujan. Parameter yang diamati adalah debit emitter, koefisien keseragaman irigasi, status relay, kinerja sistem kendali On/Off dengan perhitungan MAPE sesuai dengan setting point waktu pada jam 07.00 WIB dan 17.00 WIB selama 180 detik, serta pertumbuhan dan hasil dari tanaman kacang panjang. Hasil penelitian menunjukan sistem irigasi tetes otomatis memiliki koefisien keseragaman irigasi 97,48%. Perbandingan hasil error pembukaan katup berdasarkan waktu dan indikator hujan dengan rumus APE, maka diperoleh nilai MAPE sebesar 2,26%, nilai tersebut didapatkan dari data pengujian alat yang diambil dari HST 1 – 40. Hasil uji T menghasilkan nilai P-Value tinggi tanaman yaitu 0.556, jumlah daun yaitu 0,475, dan bobot basah buah yaitu 0,561 yang menyatakan tidak terdapat perbedaan signifikan pada ketiga parameter pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang. Pada penelitian ini didapatkan pula rata-rata tinggi tanaman kacang panjang sistem irigasi tetes otomatis yaitu 154, 94 cm. Rata-rata jumlah daun tanaman kacang panjang sistem irigasi tetes otomatis yaitu 48 helai. Rata-rata bobot basah buah tanaman kacang panjang sistem irigasi tetes otomatis yaitu 178,15 g.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The water needs of plants, especially long beans, are used to fulfill plant evapotranspiration so that they can grow optimally. Fulfilling plant water needs is done by means of an irrigation system. Many of these systems still use manual opening and closing of irrigation water pipes. This condition results in the provision of water often being uncontrolled, resulting in a mismatch in water supply and inefficient labor. To overcome this, it is necessary to implement effective and efficient irrigation management techniques, namely by implementing an automatic drip irrigation system based on watering times and rain indicators. The parameters observed were emitter discharge, irrigation uniformity coefficient, relay status, performance of the On/Off control system with MAPE calculations according to the time point setting at 07.00 WIB and 17.00 WIB for 180 seconds, as well as the growth and yield of long bean plants. The research results show that the automatic drip irrigation system has an irrigation uniformity coefficient of 97.48%. Comparing the valve opening error results based on time and rain indicators with the APE formula, a MAPE value of 2,26% was obtained, this value was obtained from equipment testing data taken from HST 1 – 40. The T test results produced a P-Value for plant height, namely 0.556, the number of leaves was 0.475, and the wet weight of fruit was 0.561, which indicated that there were no significant differences in the three parameters of growth and yield of long bean plants. In this research, it was also found that the average height of long bean plants with an automatic drip irrigation system was 154.94 cm. The average number of leaves of a long bean plant using an automatic drip irrigation system is 48. The average wet weight of long bean fruit with an automatic drip irrigation system was 178.15 g.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save