Home
Login.
Artikelilmiahs
42328
Update
DITA ISLAMIATI
NIM
Judul Artikel
Collaborative Governance dalam Pengelolaan Sampah di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Permasalahan mengenai pengelolaan sampah merupakan masalah klasik yang sering muncul dan tenggelam tidak ada habisnya. Kabupaten Banyumas merupakan salah satu daerah yang pernah mengalami darurat sampah pada tahun 2018. Berangkat dari peristiwa tersebut Kabupaten Banyumas berbenah dan memperbaiki pengelolaan sampah yang selama ini diterapkan. Saat ini Kabupaten Banyumas telah mengimplementasikan pengelolaan sampah yang baik hingga menjadi percontohan nasional. Konsep pengelolaan sampah yang diterapkan kini mengedepankan pengelolaan yang ramah lingkungan dan tentunya zero to landfill. Dalam pelaksanaanya, pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas juga melibatkan banyak pihak baik dari pemerintah, swasta maupun masyarakat. Berdasarkan hal tersebut peneliti terdorong untuk menjelaskan dan menggambarkan pengelolaan sampah yang dilakukan dari sudut pandang collaborative governance. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kabupaten Banyumas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji apa indikator keberhasilan collaborative governance dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sasaran dari penelitian ini adalah pemerintah, swasta dan masyarakat. Sumber data diperoleh dari sumber primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan penerapan collaborative governance dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas. Beberapa faktor tersebut adalah network structure, commitment to common purpose, governance, information sharing.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The problem of waste management is a classic problem that often arises and sinks endlessly. Banyumas Regency is one of the regions that experienced a waste emergency in 2018. From this incident, Banyumas Regency improved and improved the waste management that had been implemented. Currently, Banyumas Regency has implemented good waste management to become a national pilot. In its implementation, waste management in Banyumas Regency also involves many parties from the government, private sector and the community. Based on this, the researcher is encouraged to explain and describe waste management from the perspective of collaborative governance. The location of this research was Banyumas Regency. The purpose of this research is to examine in depth what are the success indicators of collaborative governance in waste management in Banyumas Regency. This research method uses qualitative research methods. The targets of this research are 1) Government: Banyumas Regency Environmental Agency, Environmental and Education-Based Final Processing Site, 2) Private sector: Resik Sejahtera Abadi Waste Production Cooperative, 3) Community: Self-help groups, Inyong Waste Bank managers. Data sources were obtained from primary and secondary sources. The results showed that there are factors that influence the successful implementation of collaborative governance in waste management in Banyumas Regency, namely network structure, commitment to common purpose, governance, information sharing, and information sharing.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save