Home
Login.
Artikelilmiahs
42210
Update
FIFI ALFIATI
NIM
Judul Artikel
Eksplorasi Bakteri Rizosfer Tanaman Padi (Oryza sativa L.) pada Lahan dengan Sistem Pertanian Konvensional dan Organik di Kabupaten Pemalang
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kabupaten Pemalang menerapkan dua sistem pertanian berupa sistem pertanian konvensional dan sistem pertanian organik. Sistem pertanian konvensional menggunakan bahan kimiawi selama proses budidayanya sehingga menimbulkan berbagai permasalahan keseimbangan ekosistem terutama keberadaan bakteri. Sistem pertanian organik merupakan upaya untuk memperbaiki ekosistem melalui penerapan sistem budidaya ramah lingkungan dengan menggunakan input alami. Sistem ini mampu meningkatkan kelimpahan bakteri rizosfer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi, keanekaragaman, dan potensi PGPR isolat bakteri pada lahan dengan sistem pertanian konvensional dan organik di Kabupaten Pemalang. Sampel tanah diambil dari perakaran padi pada lahan sistem pertanian konvensional dan sistem pertanian organik di Kabupaten Pemalang. Isolasi dilakukan. Isolat yang telah diperoleh dilakukan karakterisasi makroskopis dan mikroskopis, serta uji potensi PGPR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi bakteri rizosfer dari lahan pertanian organik lebih tinggi yaitu 43,4 x 107 cfu/mL dibandingkan dengan lahan konvensional yaitu 6,95 x 107 cfu/mL. Setiap isolat bakteri memiliki morfologi yang berbeda baik bentuk, ukuran, elevasi, tepi, dan warna. Masing-masing lokasi memiliki 8 bakteri gram negatif dan 1 gram positif dengan bentuk sel basil dan kokus. Uji potensi PGPR pada 5 isolat dominan dari masing-masing sampel menghasilkan seluruh isolat memiliki kemampuan menambat nitrogen di atmosfer dan menghasilkan hormon IAA, sedangkan isolat yang memiliki kemampuan melarutkan fosfat yaitu PR3, PR4, PR7, KS3, KS8 dan KS9.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Pemalang Regency implements two agricultural systems i.e. a conventional farming system and an organic farming system. The conventional farming systems use chemicals during the cultivation process, causing various ecosystem balance problems, especially the presence bacteria. The organic farming system is an attempt to improve the ecosystem through the application of an environmentally friendly cultivation system using natural inputs. This system can increase the abundance of rhizosphere bacteria. This study aims to determine the population, diversity, and PGPR potential of bacterial isolates on land with conventional and organic farming systems in Pemalang Regency. Soil samples were taken from rice roots on land with conventional farming systems and organic farming systems in Pemalang Regency. Bacteria isolated. The isolates that have been obtained are then subjected to macroscopic and microscopic characterization, as well as a PGPR potential test. The results showed that the population of rhizosphere bacteria from organic farming system was higher, of 43.4 x 107 cfu/mL compared to conventional system, of 6.95 x 107 cfu/mL. Each bacterial isolate has a different morphology in shape, size, elevation, edges, and color. Each location had 8 gram-negative bacteria and 1 gram-positive with bacilli and cocci cell forms. The results of the PGPR potency test on 5 dominant isolates from each sample showed that all isolates could fix nitrogen in the atmosphere and produce IAA hormones, while isolates that could dissolve phosphate were PR3, PR4, PR7, KS3, KS8, and KS9.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save