Home
Login.
Artikelilmiahs
42134
Update
ROFIKOH HALIFAH
NIM
Judul Artikel
Kajian Struktur Kristal Membran Polimer Kitosan/Lithium Hidroksida (LiOH) Terdispersi Nanopartikel Silika Abu Sekam Padi Sebagai Elektrolit Padat Baterai Sekunder
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Baterai sekunder merupakan baterai yang ramah lingkungan dan dapat diisi ulang (rechargeable) setelah digunakan. Salah satu komponen penyusunya dalam baterai adalah elektrolit padat yang berfungsi sebagai media transfer ion. Bahan dasar yang digunakan dalam penelitian adalah Kitosan/LiOH terdispersi silika abu sekam padi. Pembuatan elektrolit padat dilakukan dengan metode solution casting dengan variasi silika abu sekam padi 0 dan 12 (%b/b). Karakterisasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah X-Ray Diffraction (XRD). Karakterisasi XRD digunakan untuk menentukan perubahan fasa, lattice strain, dan derajat kristalinitas pada membran polimer. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa penambahan silika abu sekam padi menyebabkan fasa kitosan menjadi amorf dengan derajat kristalinitas semakin rendah. Penambahan silika abu sekam padi pada membran polimer kitosan/LiOH dapat meningkatkan lattice strain silika sebesar 0,059%. Pada sampel membran polimer kitosan, kitosan/LiOH, dan kitosan/LiOH terdispersi silika abu sekam padi 12% menghasilkan derajat kristalinitas sebesar 20,32%, 26,82%, dan 11,10%. Membran polimer pada penambahan silika abu sekam padi menghasilkan derajat kristalinitas terendah yang menunjukkan membran berfasa amorf. Membran polimer dengan fasa amorf memiliki banyak ruang-ruang kosong sehingga interaksi ion Li+ dalam matriks polimer dapat bergerak dengan bebas dan mampu meningkatkan konduktivitas ionik. Berdasarkan analisa yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penambahan silika abu sekam padi dapat digunakan sebagai filler pada membran polimer elektrolit padat baterai sekunder berbasis kitosan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Secondary batteries are batteries that are environmentally friendly and can be recharged after use. One of the constituent components in a battery is a solid electrolyte which functions as an ion transfer medium. The basic material used in the research is Chitosan/LiOH dispersed silica, rice husk ash. The manufacture of solid electrolytes was carried out using the solution casting method with variations of rice husk ash silica 0 and 12 (%w/w). The characterization carried out in this research was X-Ray Diffraction (XRD). XRD characterization is used to determine phase changes, lattice strain, and degree of crystallinity in polymer membranes. The XRD characterization results show that the addition of rice husk ash silica causes the chitosan phase to become amorphous with a lower degree of crystallinity. The addition of rice husk ash silica to the chitosan/LiOH polymer membrane can increase the silica lattice strain by 0.059%. In the chitosan, chitosan/LiOH, and chitosan/LiOH polymer membrane samples, 12% rice husk ash silica was dispersed, producing degrees of crystallinity of 20.32%, 26.82%, and 11.10%. The polymer membrane with the addition of rice husk ash silica produces the lowest degree of crystallinity which indicates the membrane has an amorphous phase. Polymer membranes with an amorphous phase have many empty spaces so that the interaction of Li+ ions in the polymer matrix can move freely and can increase ionic conductivity. Based on the analysis that has been carried out, it can be concluded that the addition of rice husk ash silica can be used as a filler in solid electrolyte polymer membranes for chitosan-based secondary batteries.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save