Home
Login.
Artikelilmiahs
41953
Update
GHEVANKA SURGOWATI
NIM
Judul Artikel
Identifikasi Sebaran Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan Penentuan Kebutuhan Pestisida Pada Komoditas Kopi di Kabupaten Purbalingga
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Permasalahan utama pada perkebunan kopi, yaitu rendahnya produktivitas dan mutu yang kurang memenuhi standar ekspor. Rendahnya produktivitas kopi antara lain disebabkan oleh serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Serangan OPT dapat menimbulkan kerugian secara ekonomis baik kualitas maupun kuantitas. Serangan OPT tidak hanya pada tanaman dewasa di lapang tetapi juga di pembibitan, kebun entres, dan penyimpanan. Tujuan dari laporan tugas akhir ini yaitu mengetahui jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman kopi serta mengetahui sebaran OPT pada tanaman Kopi di Kabupaten PurbalinggaPengumpulan data dengan survei langsung (Data Primer), yaitu data yang diperoleh dari survei lapang, melalui suatu metode pengumpulan data. Survei lapang dilakukan dengan mewawancarai petani secara langsung kemudian dilakukan pencatatan meliputi jenis hama, bagian tanaman yang terserang, kategori kerusakan yang disebabkan oleh hama, serta kebutuhan pestisida yang akan digunakan untuk pengendalian hama penyakit tersebut. Pengumpulan data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari dinas atau instansi terkait. Data sekunder dapat diperoleh dari arsip atau dokumentasi instansi, literatur, buku dan pustaka lain yang berhubungan.Berdasarkan data yang diperoleh Kecamatan yang memiliki lahan Kopi di Kabupaten Purbalingga yaitu, Kecamatan Bobotsari, Bojongsari, Karanganyar, Karangjambu, Karangmoncol, Karangreja, Kejobong, Kertanegara, Kutasari, Mrebet, Pangadegan, Rembang dengan total luas lahan 1.655,99 Ha. Jenis tanaman Kopi yang dikembangkan di Kabupaten Purbalingga yaitu Kopi Arabika dan Kopi Robusta. Hasil kerusakan oleh hama yang menyerang tanaman kopi di Kabupaten Purbalingga adalah 9,40 Ha terhitung dari 6 Kecamatan yang memiliki lahan paling luas pada Kabupaten tersebut. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang menyerang tanaman kopi di Kabupaten Purbalingga antara lain yaitu, Penggerek Buah Kopi (PBKo), Penggerek Batang Merah, Wereng, Karat Daun, dan Jamur Upas.Penentuan kebutuhan pestisida sangatlah penting untuk pengendalian hama dan penyakit pada tanaman Kopi. Insektisida nabati untuk mengendalikan PBKo, Penggunaan insektisida nabati Biotris yang berbahan aktif alpha eleostearic acid untuk Penggerek Batang Merah, Fungisida nabati yang digunakan untuk mengendalikan penyakit karat daun adalah ekstrak biji mahoni dengan konsentrasi 0,1–0,2% efektif menekan penyakit karat daun, pestisida nabati juga ampuh untuk Hama Wereng, Untuk pengendalian Jamur Upas pada ranting, batang atau cabang diolesi dengan fungisida tembaga konsentrasi 10% seperti Nordox, Cupravit, atau fungisida tridemorf (Calixin RM).
Abtrak (Bhs. Inggris)
The main problems in coffee plantations are low productivity and quality that does not meet export standards. The low productivity of coffee is partly caused by attacks by Plant Pest Organisms (OPT). OPT attacks can cause economic losses in both quality and quantity. OPT attacks not only on adult plants in the field but also in nurseries, scion gardens and storage. The aim of this final assignment report is to find out the types of pests and diseases that attack coffee plants and to know the distribution of pests on coffee plants in Purbalingga Regency. Data collection using direct surveys (Primary Data), namely data obtained from field surveys, through a data collection method. Field surveys are carried out by interviewing farmers directly and then recording the type of pest, part of the plant affected, category of damage caused by the pest, and the need for pesticides to be used to control the pest and disease. Secondary data collection, namely data obtained from related departments or agencies. Secondary data can be obtained from agency archives or documentation, literature, books and other related libraries. Based on data obtained by sub-districts that have coffee land in Purbalingga Regency, namely, Bobotsari, Bojongsari, Karanganyar, Karangjambu, Karangmoncol, Karangreja, Kejobong, Kertanegara, Kutasari, Mrebet, Pangadegan, Rembang with a total land area of 1,655.99 Ha. The types of coffee plants developed in Purbalingga Regency are Arabica Coffee and Robusta Coffee. The result of damage by pests that attack coffee plants in Purbalingga Regency is 9.40 Ha, calculated from the 6 sub-districts which have the largest land areas in the Regency. Based on observations that have been made, Plant Pest Organisms (OPT) that attack coffee plants in Purbalingga Regency include the Coffee Fruit Borer (PBKo), Red Stem Borer, Planthoppers, Leaf Rust, and Upas Fungus. Determining the need for pesticides is very important for control. pests and diseases in coffee plants. Vegetable insecticide to control PBKo, Use of Biotris vegetable insecticide which contains the active ingredient alpha eleostearic acid for Red Stem Borer, Vegetable fungicide used to control leaf rust disease is mahogany seed extract with a concentration of 0.1–0.2% which is effective in suppressing leaf rust disease, Botanical pesticides are also effective for plant hopper pests. To control the fungus, plant hoppers on twigs, trunks or branches are smeared with a 10% concentration of copper fungicide such as Nordox, Cupravit, or tridemorph fungicide (Calixin RM)
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save