Home
Login.
Artikelilmiahs
41722
Update
ALMA NURFIANTI
NIM
Judul Artikel
Toponimi Penamaan Dukuh di Desa Ampelsari dan Desa Tlagawera Kecamatan Banjarnegara Kabupaten Banjarnegara (Kajian Semantik)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna, dan latar belakang toponimi penamaan dukuh yang ada di Desa Ampelsari dan Desa Tlagawera Kecamatan Banjarnegara Kabupaten Banjarnegara dengan menggunakan teori semantik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa nama-nama dukuh yang ada di Desa Ampelsari dan Desa Tlagawera yang berjumlah 26 data. Sementara itu, metode yang digunakan adalah metode cakap dengan teknik dasar pancing dan teknik lanjutan berupa teknik cakap bertemu muka. Metode tersebut digunakan untuk mengumpulkan data dengan cara bercakap-cakap langsung atau melakukan wawancara dengan narasumber terkait. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa terdapat empat bentuk penamaan dukuh di Desa Ampelsari dan Desa Tlagawera yaitu bentuk kata tunggal, kata kompleks, kata majemuk, dan frasa endosentrik atributif. Selanjutnya, terdapat enam jenis-jenis makna yang ditemukan, meliputi makna leksikal, makna gramatikal, makna referensial, makna nonreferensial, makna kiasan, dan makna konseptual. Ditemukan enam sebab-sebab yang menjadi latar belakang penamaan dukuh di kedua desa tersebut meliputi penyebutan bagian, penyebutan sifat khas, penemu dan pembuat, tempat asal, keserupaan, dan pemendekan. Sementara itu, toponimi yang ditemukan dapat dikategorikan menjadi tiga aspek yaitu aspek perwujudan, aspek kemasyarakatan, dan aspek kebudayaan. Kata kunci: toponimi, penamaan, semantik, dukuh
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to describe the form, meaning, and toponymic background of the naming of hamlets in Ampelsari Village and Tlagawera Village, Banjarnegara District, Banjarnegara District by using semantic theory. This research is a qualitative descriptive study. The data in this study were the names of hamlets in Ampelsari Village and Tlagawera Village, which totaled 26 data. Meanwhile, the method used is a speaking method with basic fishing techniques and advanced techniques in the form of face-to-face techniques. This method is used to collect data by having direct conversations or conducting interviews with relevant sources. Based on the results of data analysis, it is known that there are four forms of dukuh names in Ampelsari Village and Tlagawera Village, namely single word forms, complex words, compound words, and attributive endocentric phrases. Furthermore, there are six types of meaning found, including lexical meaning, grammatical meaning, referential meaning, nonreferential meaning, figurative meaning, and conceptual meaning. Six reasons were found that became the background for the naming of the hamlets in the two villages including the mention of parts, mention of special characteristics, inventor and maker, place of origin, similarity, and shortening. Meanwhile, the toponyms found can be categorized into three aspects, namely the embodiment aspect, the social aspect, and the cultural aspect. Keywords: toponymy, naming, semantics, hamlets
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save