Home
Login.
Artikelilmiahs
41647
Update
RATNA FADILA
NIM
Judul Artikel
AUDIT ENERGI PADA PETERNAKAN AYAM BROILER DI TEACHING FARM UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Produksi daging di Indonesia dengan komoditas tertinggi dari tahun 2020 hingga 2022 adalah daging ayam broiler. Ayam broiler memiliki beberapa keunggulan seperti dapat tumbuh dan berkembang dengan pesat dan bobotnya yang relatif lebih tinggi. Peternakan ayam broiler sangat dipengaruhi oleh energi untuk dapat melakukan berbagai tahapan peternakan hingga menghasilkan daging ayam broiler yang diinginkan. Universitas Jenderal Soedirman memiliki kandang ayam tertutup yang membutuhkan biaya operasional sebanyak 30% untuk LPG sebagai bentuk energi bahan bakar. Oleh karena itu, audit energi di Teaching Farm Universitas Jenderal Soedirman perlu dilakukan untuk mengetahui bagaimana penggunaan energi di kandang tersebut. Pengambilan data dilakukan sebanyak 3 kali ulangan pada proses peternakan ayam broiler dimulai dari pemeliharaan anak ayam, pemeliharaan ayam dewasa, pemanenan, hingga pembersihan kandang. Variabel yang diamati yaitu penggunaan energi bahan bakar (LPG), energi listrik, energi manusia, dan energi listrik. Hasil dari audit energi yang telah dilakukan memberikan informasi energi dan efisiensi energi pada peternakan ayam broiler. Bentuk energi yang digunakan adalah energi bahan bakar (LPG), energi listrik, dan energi manusia. Energi yang dibutuhkan paling besar adalah energi bahan bakar (LPG), sedangkan yang paling kecil adalah energi manusia. Konsumsi energi yang dibutuhkan pada setiap tahapan proses peternakan yaitu pemeliharaan anak ayam sebesar 30.755,99 MJ, pemeliharaan ayam dewasa sebesar 18.139,61 MJ, pemanenan 1.070,07 MJ, dan pembersihan kandang sebesar 200,48 MJ. Upaya pengematan energi yang dapat dilakukan adalah mengganti penggunaan pemanas menjadi heat pump sebagai sistem pemanas dan memanfaatkan sumber energi terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai alternatif energi listrik dari PLN.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Meat production in Indonesia with the highest commodity from 2020 to 2022 is broiler chicken meat. Broiler chickens have several advantages such as being able to grow and develop rapidly and having a relatively higher weight. Broiler chicken farming is very much influenced by energy to be able to carry out various stages of farming to produce the desired broiler meat. Universitas Jenderal Soedirman has a closed chicken coop that requires an operational cost of 30% for LPG as a form of fuel energy. Therefore, an energy audit at the Teaching Farm of Jenderal Soedirman University needs to be carried out to find out how energy is used in the cage. Data retrieval was carried out 3 times in the broiler farming process starting from raising chicks, rearing adult chickens, harvesting, to cleaning the cage. The variables observed were the use of fuel energy (LPG), electrical energy, human energy, and electrical energy. The results of the energy audit that has been carried out provide energy information and energy efficiency in broiler chicken farms. The forms of energy used are fuel energy (LPG), electrical energy, and human energy. The most needed energy is fuel energy (LPG), while the least is human energy. The energy consumption needed at each stage of the livestock process, namely raising chicks is 30,755.99 MJ, raising adult chickens is 18,139.61 MJ, harvesting is 1,070.07 MJ, and cleaning the cage is 200.48 MJ. Efforts to save energy that can be done are to replace the use of heaters with heat pumps as a heating system and utilize renewable energy sources such as Solar Power Plants (PLTS) as an alternative to electricity from PLN.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save