Home
Login.
Artikelilmiahs
41626
Update
RISWANDA
NIM
Judul Artikel
ANALISIS DAYA SAING EKSPOR TEH INDONESIA TAHUN 2011-2020
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Nilai ekspor teh Indonesia dari tahun 2011 hingga 2020 relatif menurun. Namun, ekspor teh di Indonesia masih berpotensi untuk tetap tumbuh lantaran kecenderungan pola konsumsi masyarakat dunia. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis keunggulan komparatif menggunakan RCA, analisis keunggulan kompetitif menggunakan EPD dan analisis ISP untuk mengetahui posisi perdagangan teh Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan Indonesia mengalami penurunan nilai ekspor teh. Perhitungan keunggulan komparatif menunjukan daya saing kuat dengan nilai RCA rata-rata sebesar 1,90. Perhitungan keunggulan kompetitif menggunakan metode EPD menunjukan bahwa Indonesia berada dalam posisi pasar retreat karena memiliki nilai EPD sumbu X dan Y yang negatif. Posisi daya saing teh diukur menggunakan metode ISP yang menunjukan bahwa Indonesia masih dalam tahap pertumbuhan karena memiliki nilai rata-rata ISP sebesar 0,6205. Untuk meningkatkan daya saing, dapat dilakukan dengan mendorong pelaku ekspor dan perkebunan melaksanakan sertifikasi yang diperlukan, menjalin hubungan diplomasi dengan negara tujuan ekspor dan meningkatkan produksi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The export value of Indonesia’n tea from 2011 to 2020 has experienced a relative decline. However, tea exports in Indonesia have the potential to grow due to global consumption trends. Analysis methods utilized include descriptive analysis, comparative advantage using RCA, competitive advantage using EPD, and ISP to determine Indonesia's tea trade position. The research indicate that Indonesia has witnessed a decrease the value of tea exports. The calculation of comparative advantage reveals a strong competitive capacity an average RCA value of 1.90. The calculation of competitive advantage method shows that Indonesia is positioned in a market retreat due to negative axe, X and Y. The tea's competitive position is measure, indicating that Indonesia is still in a growth phase with value of 0.6205. To enhance competitiveness, efforts can be focused on encouraging export-oriented businesses and plantations to undergo necessary certifications, establishing diplomatic relations with export destination countries, and increasing production.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save