Home
Login.
Artikelilmiahs
41541
Update
LARAS HAPSARI UTAMI
NIM
Judul Artikel
Pola Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Etnis Jawa Banyumas dengan Mahasiswa Etnis Papua di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini membahas mengenai pola komunikasi antarbudaya pada mahasiswa etnis Jawa Banyumas dengan mahasiswa etnis Papua di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini bertujuann untuk menggambarkan pola komunikasi di antara kedua etnis tersebut. Ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan paradigma konstruktivisme yang menganggap bahwa kebenaran suatu realitas sosial dapat dilihat sebagai hasil dari konstruksi social. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori akulturasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa masih terdapat adanya stereotip dan prasangka dari mahasiswa etnis Jawa Banyumas kepada mahasiswa etnis Papua. Ketika kedua etnis berkomunikasi, akulturasi yang terjadi yaitu mahasiswa etnis Papua mengadopsi bahasa ngapak namun masih menggunakan logat Papua, mahasiswa etnis Papua mempertahankan budayanya sendiri namun tetap berkomunikasi dengan etnis lain dan kedua etnis memahami perbedaan budaya sehingga dapat saling menghargai dan menghormati adanya latar belakang budaya yang berbeda. Dalam proses akulturasi tersebut terjadi adanya hambatan komunikasi seperti perbedaan bahasa, perbedaan nilai dan norma, culture shock serta adanya stereotip dan prasangka. Adanya hambatan tersebut dapat diatasi oleh faktor pendukung komunikasi seperti lingkungan di kampus cukup baik dalam menerima orang dengan latar belakang yang berbeda, kedua etnis sama-sama belajar terhadap budaya etnis lain serta adanya beasiswa Afirmasi yang diterima mahasiswa Papua. Sehingga dalam hal ini diperoleh pola komunikasi primer (verbal dan non verbal) yang dilakukan secara face to face karena kedua etnis lebih sering berkomunikasi di kampus untuk menanyakan terkait tugas perkuliahan atau ketika tidak sengaja bertemu.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study discusses patterns of intercultural communication between Javanese Banyumas ethnic students and Papuan ethnic students at the Faculty of Social and Political Sciences, Jenderal Soedirman University. This study aims to describe the pattern of communication between the two ethnic groups. This is a descriptive qualitative research using constructivism paradigm which assumes that the truth of a social reality can be seen as a result of social construction. The theory used in this study is the theory of acculturation. The results of the study show that there are still stereotypes and prejudices from Javanese Banyumas ethnic students towards Papuan ethnic students. When the two ethnicities communicate, acculturation occurs, namely Papuan ethnic students adopt the Ngapak language but still use Papuan accents, Papuan ethnic students maintain their own culture but still communicate with other ethnicities and the two ethnicities understand cultural differences so they can respect and respect each other's cultural backgrounds. different. In the process of acculturation there are communication barriers such as language differences, differences in values and norms, culture shock as well as stereotypes and prejudices. The existence of these obstacles can be overcome by supporting communication factors such as the environment on campus is quite good in accepting people with different backgrounds, the two ethnicities both learn from other ethnic cultures and the existence of Affirmation scholarships received by Papuan students. So that in this case the pattern of primary communication (verbal and non-verbal) is obtained which is done face to face because the two ethnicities communicate more often on campus to ask about lecture assignments or when they accidentally meet.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save