Home
Login.
Artikelilmiahs
41467
Update
ALFIYAH
NIM
Judul Artikel
EVALUASI PROGRAM PEMBERIAN OBAT PENCEGAHAN MASSAL (POPM) FILARIASIS DI KABUPATEN BREBES
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Upaya penanggulangan Filariasis diselenggarakan melalui program nasional POPM Filariasis. Permasalahan yang masih terjadi dalam pelaksanaan POPM Filariasis di Kabupaten Brebes adalah belum tercapainya standar nasional cakupan pengobatan di 11 puskesmas. Evaluasi pelaksanaan POPM di Kabupaten Brebes perlu dilakukan karena cakupan pelaksanaan POPM di Kabupaten ini belum menyeluruh. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif melalui pendekatan fenomenologi. Total subyek penelitian yang diwawancara adalah sebanyak 1 orang informan kunci, 8 orang informan utama, dan 4 orang iforman pendukung. Sumber data diambil melalui wawancara mendalam dan data laporan cakupan pengobatan POPM Filariasis di Kabupaten Brebes. Penelitian ini menggunakan Teknik analisis data dengan model interaktif dan dilakukan dengan bantuan software NVivo. Hasil Penelitian: Pada pelaksanaan POPM Filariasis di Kabupaten Brebes masih ditemukan berbagai kendala dan ketidaksesuaian antara kegiatan di lapangan dengan pedoman yang ada. Kendala dan ketidaksesuaian yang ditemui antara lain, tenaga kerja tidak memadai, sarana dan prasarana kurang lengkap, pendanaan kurang memadai, kurangnya pengawasan saat meminum obat, monitoring dan evaluasi yang tidak maksimal, serta survei evaluasi prevalensi mikrofilaria tidak dapat dilakukan karena kekurangan tenaga ahli. Simpulan: Komponen yang belum sesuai dengan pedoman adalah jumlah kader, keberadaan formulir pendataan sasaran dan kasus kronis, pertemuan koordinasi kabupaten dan advokasi, serta monitoring dan evaluasi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Filariasis prevention efforts are carried out through the POPM Filariasis national program. The problem that still occurs in the implementation of POPM Filariasis in Brebes Regency is that the national standard of treatment coverage in 11 health centers has not been achieved. Evaluation of POPM implementation in Brebes Regency needs to be done because the coverage of POPM implementation in this Regency is not yet comprehensive. Method: This research is a type of qualitative research using a phenomenological approach. The total number of research subjects interviewed was 1 key informant, 8 key informants, and 4 supporting informants. Data sources were taken through in-depth interviews and report data on coverage of MDA Filariasis treatment in Brebes Regency. This study uses data analysis techniques with interactive models and is carried out with the help of NVivo software. Research Results: In the implementation of POPM Filariasis in Brebes Regency, various obstacles and discrepancies were found between activities in the field and existing guidelines. Constraints and discrepancies encountered included inadequate manpower, inadequate facilities and infrastructure, inadequate funding, lack of supervision when taking medication, monitoring and evaluation were not optimal, and microfilaria prevalence evaluation surveys could not be carried out due to a shortage of experts. Conclusion: Components that are not in accordance with the guidelines are the number of cadres, the presence of target and chronic case data collection forms, district coordination meetings and advocacy, as well as monitoring and evaluation.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save