Home
Login.
Artikelilmiahs
41457
Update
AULIA LATIFA OKTAVIANI
NIM
Judul Artikel
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSEPSI MAHASISWA S1 FIKES TERHADAP KEKERASAN SEKSUAL DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Kekerasan seksual mengancam perguruan tinggi dan perguruan tinggi berada di posisi ketiga sebagai lokasi rawan kekerasan seksual (15%). Berdasarkan laporan, mahasiswa Unsoed berpersepsi terdapat risiko terjadi kekerasan maupun pelecehan seksual (32,7%). Hal ini berdampak keamanan civitas akademika baik dalam jangka pendek maupun panjang pada fisik, mental, sosial, dan kerugian ekonomi.Oleh karena itu, pemaparan pengetahuan mengenai kekerasan seksual telah dilakukan kepada mahasiswa/i khususnya pada mahasiswa angkatan 2022 sebagai bentuk pencegahan dan penanganan merujuk dari Permendikbudristek No. 30 Tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi mahasiswa SI Fikes terhadap kekerasan seksual. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuntitatif dengan desain penelitian cross sectional, dengan populasi mahasiswa SI FIkes angkatan tahun 2022 jurusan Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, PJKR di Universitas Jenderal Soedirman. Jumlah sampel 100 orang menggunakan teknik cluster sampling. Penggumpulan data menggunakan google form. Analisis menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian: Terdapat hubungan antara pengetahuan (p= 0,000); riwayat paparan kekerasan seksual (p=0,015); akses media sosial dan internet (p=0,000) dengan persepsi kekerasan seksual mahasiswa. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin (p=0,536) dan persepsi intraksi relasi kuasa (p=0,785) Kesimpulan: Faktor-faktor yang berhubungan pada persepsi kekerasan seksual pada mahasiswa yang berhubungan adalah faktor pengetahuan, paparan kekerasan seksual dan akses media sosial dan internet. Peningkatan pengetahuan kekerasan seksual dapat dilakukan melalui media baik secara online maupun cetak supaya kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi dapat dicegah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Sexual violence threatens universities and universities are in third position as locations prone to sexual violence (15%). Based on reports, Unsoed students perceive that there is a risk of violence or sexual harassment (32.7%). This has an impact on the security of the academic community as well as in the short and long term on physical, mental, social, and economic losses. Therefore, the presentation of knowledge about sexual violence has been carried out to students, especially to students class of 2022 as a form of prevention and treatment referring to Permendikbudristek No. 30 of 2021 about prevention and response to sexual violence in universities. This study aims to find out the factors related to the perceptions of SI Fikes students towards sexual violence. Methods: This research used quantitative approach with a cross-sectional research, with a population of SI FIkes class of 2022 students majoring in Public Health, Nursing, Physical Education Health and Recreation at Jenderal Soedirman University. The total sample is 100 people using cluster sampling technique. Data collection using google form. Data were analyzed using the chi square test. Results: Result indicate student with knowledge (p-value = 0.000); History of Exposure to Sexual Violence (p-value = 0.015); access of Social Media and Internet (p-value = 0.000) have an understanding of student sexual violence. There is no relationship between gender (p=0.536) and perception of the interaction of power relations (p=0.785) Conclusion: Factors related to perceptions of sexual violence among college students are knowledge, exposure to sexual violence and use of social media and the internet. Increasing knowledge of sexual violence can be done through media both online and in print so that sexual violence in the college environment can be prevented.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save