Home
Login.
Artikelilmiahs
41450
Update
DEWA AYU NABILLA SARASTRI
NIM
Judul Artikel
ANALISIS PERAN AKTOR DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DI DESA KETENGER
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pariwisata di pedesaan (agrowisata) dianggap sebagai alat untuk mengatasi masalah yang dihadapi penduduk desa seperti pengangguran yang meningkat, penurunan pendapatan pemerintah daerah dan petani, penurunan standar hidup dan kekurangan infrastruktur yang memadai. Ekowisata harus memungkinkan kontak dengan alam dan masyarakat lokal, yang manfaatnya harus diprioritaskan lebih tinggi daripada pendatang baru di desa Wisata Ketenger. Hal ini juga diharapkan untuk meminimalkan kerugian sosial dan ekologis, dan juga memastikan kontak yang intensif dengan alam. Perspektif ini secara sah dikaitkan dengan pariwisata berkelanjutan. Namun dasar untuk keberlanjutan bukanlah perlindungan lingkungan (sosial dan alam), tetapi memastikan (juga dalam arti ekonomi) kondisi untuk pembangunan sosial serta pertumbuhan ekonomi. Pembangunan masyarakat lokal membutuhkan antara lain tingkat sumber daya ekonomi yang sesuai, yang seringkai tidak dapat diproduksi dengan maksimal. Penelitian ini dilandasi oleh perspektif pengembangan pariwisata, dimana perspektif ini berpandangan bahwa keberhasilan dalam pengembangan pariwisata di suatu daerah sangat tergantung pada kemampuan para aktor dalam mengintegrasikan kedua sisi tersebut secara berimbang ke dalam sebuah rencana pengembangan pariwisata.Riset bertujuan untuk lebih mengetahui peran serta dari pihak terkait yang dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan dan pelestarian wisata di Desa Ketenger. Metode penelitian kualitatif untuk mengidentifikasikan peran aktor dalam pengembangan pariwisata Desa Wisata Ketenger, yang selanjutnya dapat dideskripsikan bahwa Lembaga Masyarakat Desa Hutan sangat berperan terhadap berkembangnya wisata di Desa Ketenger.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Tourism in the countryside (agritourism) is considered a tool to address the villagers' problems, such as rising unemployment, declining local government and farmer incomes, declining living standards, and lack of adequate infrastructure. Ecotourism should allow contact with nature and local communities, whose benefits should prioritize above newcomers to Ketenger Tourism Village. Furthermore, to minimize social and ecological losses and ensure intensive contact with nature. This perspective is legitimately associated with sustainable tourism. Nevertheless, the basis for sustainability is not protecting the (social and natural) environment but ensuring (also in an economic sense) the conditions for social development and economic growth. The development of local communities requires, among other things, an appropriate level of economic resources, which as a frame, cannot be produced to their full potential. This research is based on the perspective of tourism development, where this perspective believes that success in tourism development in an area is highly dependent on the ability of actors to integrate the two sides in a balanced manner into a tourism development plan. Hence, the research aims to discover more about the participation of related parties that can contribute to developing and preserving tourism in Ketenger Village. Otherwise, qualitative research methods to identify the role of actors in the development of tourism in Ketenger Tourism Village, which can then be described as the Forest Village Community Organization playing a significant role in tourism development in Ketenger Village.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save