Home
Login.
Artikelilmiahs
41447
Update
MUHAMMAD FAZA UMAMI
NIM
Judul Artikel
COLLABORATIVE GAVERNANCE DALAM PENGELOLAAN EKOWISATA (Studi Kasus di Ekowisata Curug Telu Desa Karangsalam Baturraden)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tujuan penelitian ini yakni mengetahui proses collaborative governance yang dilakukan dalam pengembangan ekowisata Curug Telu di Desa Karangsalam. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sasaran penelitian ini yakni pemerintah melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Banyumas, pihak swasta yang terkait pengembangan wisata, Kelompok Sadar Wisata dan Masyarakat di Desa Karangsalam. Hasil penelitian menunjukkan beberapa poin kesimpulan. Aspek pertama proses tingkat formalitas mengenai kesepakatan yang terjalin dalam proses kolaborasi dan konstribusi kesepakatan dimana stakeholder sudah memahami pentingnya potensi Desa Karangsalam untuk dikembangkan dengan melakukan program seperti pelatihan pramuwisata, bahasa inggris praktis, dan pelatihan potensi kewirausahaan. Aspek kedua tingkat durasi tercermin dalam pengembangan fasilitas dan prasarana penunjang wisata serta akses transportasi. Aspek ketiga yaitu tingkat fokus terwujud dalam Pemberian pemahaman kepariwisataan dan Sapta Pesona yang dilakukan oleh tiap-tiap stakeholder yang diwaikili oleh Kelompok Sadar Wisata Tirta Kamulyan. Aspek keempat yaitu tingkat institusional memanfaatkan situs media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Youtube. Penggunaan media sosial bertujuan suntuk publikasi sebagai jalan efektif. Selain itu, dalam sistem pengelolaan dan pendanaannya, Kelompok Sadar Wisata dikelola secara swadaya dengan dibantu Dinas Pariwisata.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The purpose of this research is to find out the process of collaborative governance carried out in the development of Curug Telu. The research method used is qualitative with a descriptive approach. The target of this research is the government through the Banyumas Regency Tourism Office, private parties related to tourism development, Tourism Awareness Groups and Communities in Karangsalam Village. The results of the study show several points of conclusion. The first aspect is the formality level process regarding agreements that are established in the collaboration process and agreement contributions where stakeholders already understand the importance of Karangsalam Village's potential for development by carrying out programs such as tour guide training, practical English, and entrepreneurial potential training. The second aspect of the duration level is reflected in the development of tourism supporting facilities and infrastructure as well as transportation access. Focus manifested in the provision of understanding of tourism and Sapta Pesona which is carried out by each stakeholder represented by the Tirta Kamulyan Tourism Awareness Group. The fourth aspect is the institutional level of utilizing social media sites such as Facebook, Twitter and Youtube. The use of social media is aimed at all publications. In addition, in its management and funding system, the Tirta Kamulyan Awareness Group is managed independently with the assistance of the Tourism Office.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save