Home
Login.
Artikelilmiahs
41277
Update
MUTIA WARDA SAVIRA
NIM
Judul Artikel
PENERAPAN UNSUR CULPA DALAM KASUS KECELAKAAN VANESSA ANGEL (Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Nomor 41/Pid.Sus/2022/PN Jbg)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU No. 22 Tahun 2009) terdapat dua macam kesalahan yang melatarbelakangi terjadinya kecelakaan lalu lintas, yakni Pasal 310 yang mengatur tentang kelalaian (culpa) dan Pasal 311 yang mengatur tentang kesengajaan (dolus). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji unsur culpa yang diterapkan pada perbuatan Tubagus Joddy dalam kasus kecelakaan Vanessa Angel, serta bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap Tubagus Joddy dilihat dari unsur-unsur culpa dalam perbuatannya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian analisis preskriptif, jenis dan sumber data yang digunakan yaitu data sekunder, dan analisis data dilakukan secara normatif kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa unsur culpa pada perbuatan Tubagus Joddy adalah bewuste culpa atau culpa lata, di mana Tubagus Joddy mengetahui kemungkinan yang akan terjadi, namun ia berpikir bahwa ia dapat mencegah akibatnya yang ternyata keliru. Terkait pertimbangan hukum hakim pada Putusan Pengadilan Negeri Jombang Nomor 41/Pid.Sus/2022/PN Jbg, hakim lebih mempertimbangkan reaksi sosial masyarakat dan mengesampingkan aspek keadilan dan kemanfaatan bagi pelaku.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Based on Law Number 22 of 2009 Concerning Road Traffic and Transportation (UU No. 22 of 2009) there are two kinds of errors that lead to traffic accidents, namely Article 310 which regulates negligence (culpa) and Article 311 which regulates intentional (dolus). This study aims to examine the elements of culpa that were applied to Tubagus Joddy's actions in the Vanessa Angel accident case, as well as how the judge's legal considerations in sentencing Tubagus Joddy were seen from the culpa elements in his actions. This study used a normative juridical approach with the specification of prescriptive analysis research, the type and source of data used were secondary data, and the data analysis was carried out qualitatively normatively. The results of the research and discussion show that the culpa element in Tubagus Joddy's actions is bewuste culpa or culpa lata, where Tubagus Joddy knows the possibility of what will happen, but he thinks he can prevent the consequences which turns out to be wrong. Regarding the legal considerations of the judges in the Jombang District Court Decision Number 41/Pid.Sus/2022/PN Jbg, the judges gave more consideration to the social reactions of the community and set aside aspects of justice and benefits for the perpetrators.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save