Home
Login.
Artikelilmiahs
41273
Update
SYAHROFI
NIM
Judul Artikel
KONTESTASI AGENSI DALAM DIALEKTIKA AGAMA DAN BUDAYA MASYARAKAT PESISIR
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Benturan agama dan budaya sering menyasar pada kasus-kasus konflik komunal hingga berujung tindak kekerasan dan pembatasan hak kebebasan. Hubungan dialektik itu tampil dalam beragam fenomena sosial dan beragam respons, salah satunya tercermin pada tradisi ritual Nadran (sedekah laut) di kalangan masyarakat pesisir di Kabupaten Serang. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran-peran agensi sosial dalam kontestasi proses reproduksi tradisi ritual Nadran menggunakan metode kualitatif deskriptif. Lokus penelitian dilakukan di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling dengan sasaran agensi-agensi sosial yang terlibat. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan terjadi pro-kontra dalam masyarakat tentang tradisi ritual Nadran yang menyulut konflik horizontal dan menggangu kontinuitas pelaksanaan ritual melalui tindakan intervensi dan pelarangan. Ada kontestasi agensi sosial dalam reproduksi tradisi ritual Nadran ini, meliputi kontestasi ideologi, kontestasi politik, dan kontestasi ekonomi-politik. Dalam kontestasi itu juga ditemukan wacana islamisasi; wacana modernisasi kebudayaan serta peran kebudayaan melalui program pembangunan desa dan pariwisata; dan wacana gerakan sosial lingkungan. Reproduksi kebudayaan tersebut tidak terlepas dari kondisi material di sekitarnya. Ditemukan adanya legitimasi politik kebudayaan Pemerintah Desa Lontar dan Kaukus Serang Raya Lingkungan Hidup; penempatan masyarakat Lontar sebagai masyarakat terbelakang; dan mode produksi kapitalisme. Praktik tradisi ritual Nadran menunjukkan dialektika agama dan kebudayaan yang tidak terlepas dari habitus dan modal agen-agen sosial yang berkontestasi di ranah sosial.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Clashes of religion and culture often target cases of communal conflicts which lead to acts of violence and restrictions on the right to freedom. This dialectical relationship appears in various social phenomena and various responses, one of which is reflected in the Nadran ritual tradition (sea alms) among coastal communities in Serang Regency. This study aims to examine the roles of social agency in contesting the process of reproduction of the Nadran ritual tradition using descriptive qualitative methods. The research locus was conducted in Lontar Village, Tirtayasa District, Serang Regency. The technique for determining informants used purposive sampling with the target of the social agencies involved. Data collection techniques using in-depth interviews, observation, and documentation. The collected data were analyzed interactively. The results showed that there were pros and cons in the community regarding the Nadran ritual tradition which sparked horizontal conflict and disrupted the continuity of the ritual implementation through intervention and prohibition. There is contestation of social agency in the reproduction of this Nadran ritual tradition, including ideological contestation, political contestation, and political-economic contestation. In this contestation there is also a discourse on Islamization; discourse on cultural modernization and the role of culture through village development and tourism programs; and discourse on environmental social movements. The reproduction of this culture is inseparable from the surrounding material conditions. It was found that there was legitimacy for cultural politics from the Lontar Village Government and the Serang Raya Environment Caucus; placement of the Lontar community as an underdeveloped society; and the capitalist mode of production. The practice of the Nadran ritual tradition shows the dialectics of religion and culture which cannot be separated from the habitus and capital of social agents who contest in the social sphere.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save