Home
Login.
Artikelilmiahs
41072
Update
FAUZAN ATTAREKH NUGROHO
NIM
Judul Artikel
PENGARUH KEPADATAN KANDANG YANG BERBEDA TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN, FCR, DAN MORTALITAS AYAM BROILER FASE STARTER (UMUR 1-10 HARI) DI PT CEMERLANG UNGGAS LESTARI KEBUMEN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Magang ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kepadatan kandang yang berbeda menyesuaikan dengan pelebaran sekat dimana pada kandang (A) New Assa Farm dilakukan setiap 3 hari sekali dan pada kandang (B) Amad riyadi setiap 4 hari sekali terhadap bobot badan, FCR, dan mortalitas ayam pedaging broiler fase starter (umur 1-10 hari) di PT. Cemerlang Unggas Lestari Kabupaten Kebumen. Materi yang digunakan adalah DOC ayam pedaging broiler berjumlah 44935 ekor dengan bobot badan rata-rata 42 gram yang dipelihari selama 10 hari, kandang closed house (A) New Assa Farm dan (B) Amad riyadi, Metode magang yang digunakan adalah observasi dan analisis produksi kemudian dilanjut dengan analisis deskriptif untuk menganalisis data. Sampel data yang digunakan yaitu pada umur ke 1, 4, 7, dan 10 hari pada kepadatan A: 82,41 ekor/m2 dan B: 74,31 ekor/m2, A: 65,70 dan B: 49,49 ekor/m2, A: 65,45 ekor/m2 dan B: 42,31 ekor/m2, dan A: 41,67 ekor/m2 dan B: 36,97 ekor/m2 sesuai urutan. Hasil magang menunjukkan bahwa kandang (B) Amad Riyadi menunjukkan rata-rata pertambahan bobot badan yang sedikit lebih baik yaitu 24.26 gram/ekor/hari dibanding dengan kandang (A) New Assa Farm yaitu 23.05 gram/ekor/hari. Rata-rata FCR pada kandang (B) juga lebih baik yaitu 0.978 dibanding dengan kandang (A) dengan nilai 1.196. Angka mortalitas kandang (B) juga lebih baik daripada kandang daripada kandang (A) dengan total kematian 107 ekor pada kandang B dan 233 ekor pada kandang A selama 10 hari pemeliharaan. Maka dapat disumpulkan bahwa kandang (B) dengan kepadatan yang lebih rendah mempunyai nilai pertambahan bobot badan, FCR, dan angka mortalitas yang lebih baik daripada kandang (A).
Abtrak (Bhs. Inggris)
This internship aims to evaluate the effects of different stocking densities adjusted by partition widening on the body weight, FCR (Feed Conversion Ratio), and mortality rate of broiler starter chickens (1-10 days old) at PT. Cemerlang Unggas Lestari, Kebumen Regency. The material used consisted of 44,935 broiler starter chicks with an average body weight of 42 grams, raised for 10 days in closed house cages at (A) New Assa Farm and (B) Amad Riyadi. The internship methodology involved observation and production analysis, followed by descriptive analysis for data interpretation. The data samples were taken at days 1, 4, 7, and 10, with densities of A: 82.41 birds/m2 and B: 74.31 birds/m2, A: 65.70 and B: 49.49 birds/m2, A: 65.45 and B: 42.31 birds/m2, and A: 41.67 and B: 36.97 birds/m2 respectively. The internship findings indicated that cage (B) Amad Riyadi exhibited slightly better average daily weight gain at 24.26 grams/bird/day compared to cage (A) New Assa Farm at 23.05 grams/bird/day. The average FCR in cage (B) was also superior at 0.978 compared to cage (A) with a value of 1.196. The mortality rate in cage (B) was also lower, with a total of 107 deaths compared to 233 deaths in cage (A) during the 10-day rearing period. In conclusion, it can be inferred that cage (B) with lower density demonstrated better performance in terms of weight gain, FCR, and mortality rate compared to cage (A).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save