Home
Login.
Artikelilmiahs
41070
Update
IREYLA EZYA MUBAROQ
NIM
Judul Artikel
IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR SIGNIFIKAN YANG BERPENGARUH PADA STATUS BALITA STUNTING DI DESA WONOSARI KECAMATAN KALIKAJAR KABUPATEN WONOSOBO MENGGUNAKAN ANALISIS REGRESI PROBIT BINER
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Stunting merupakan gangguan perkembangan anak yang diakibatkan oleh gizi buruk, infeksi berulang, dan faktor lingkungan. Stunting akan berdampak pada proses tumbuh kembang otak anak dan pada anak usia dewasa akan cenderung mengalami berbagai penyakit seperti obesitas, hipertensi, diabetes dan kanker. Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021 angka prevalensi stunting di Indonesia mencapai 24,4%. Angka tersebut di atas batas yang telah ditetapkan World Health Organization (WHO) yaitu 20%. Desa Wonosari merupakan desa di Kabupaten Wonosobo dengan persentase balita stunting yang tinggi yaitu mencapai 37,5%. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk menganalisis faktor-faktor signifikan yang berpengaruh pada status balita stunting di Desa Wonosari Kecamatan Kalikajar dengan menggunakan analisis regresi probit biner. Data yang digunakan adalah data sekunder dari Puskesmas Kalikajar dan data primer yang diperoleh dari wawancara di Desa Wonosari Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo. Variabel respon yang digunakan adalah status balita stunting yang dikategorikan menjadi pendek dan sangat pendek. Variabel prediktor yang digunakan adalah BBLR (Berat Badan Lahir), tinggi ibu, pendidikan ibu, pendidikan ayah, pemberian MPASI (Makanan Pendamping ASI), pemberian imunisasi, pemberian ASI eksklusif, usia ibu saat hamil, status ekonomi, jumlah anggota keluarga, jamban sehat, dan infeksi penyakit. Hasil penelitian berdasarkan 42 sampel, menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh pada status balita stunting di Desa Wonosari adalah status ekonomi dengan ketepatan klasifikasi sebesar 69%. Nilai efek marginal yang diperoleh sebesar 0,461 artinya keluarga miskin dan tidak miskin sama-sama berpeluang mempunyai balita stunting sangat pendek dengan perbedaan peluangnya 0,461.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Stunting is a disorder in child development caused by malnutrition, recurrent infections, and environmental factors. Stunting will affect children’s brain development and, in adults, will be prone to various diseases, such as obesity, hypertension, diabetes, and cancer. Based on data from the Indonesian Toddler Nutrition Status (SSGBI) in 2021, the prevalence rate of stunting in Indonesia is 24.4%, still above the World Health Organization (WHO) limit of 20%. Wonosari is one of the villages in Wonosobo Regency with a high percentage of stunted toddlers, reaching 37.5%. Therefore, this research aimed to analyze the factors that affect the stunting toddler’s status in Wonosari Village, Kalikajar District, Wonosobo Regency by using binary probit regression analysis. The data used are secondary data from Kalikajar Health Center and primary data obtained from surveyed in Wonosari Village, Kalikajar District, Wonosobo Regency. The response variable used is the stunting toddler’s status, which is divided into two categories, short and very short. The predictor variables used are birth weight, maternal height, maternal education, paternal education, complementary feeding, immunization, exclusive breastfeeding, maternal age during pregnancy, economic status, number of family members, healthy latrines, and infectious diseases. Research results based on 42 sampels show that variables that affect the stunting toddler’s status in Wonosari Village is economic status with a classification accuracy produced by the model of 69%. The marginal effect value obtained is 0,461, meaning that poor and non-poor families have the same chance of having severly stunted toddlers with a difference in odds of 0,461.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save