Home
Login.
Artikelilmiahs
41053
Update
IBTISAMAH NADA ADIBAH
NIM
Judul Artikel
AUDIT ENERGI PADA PEMBUATAN GULA KELAPA KRISTAL (Studi Kasus pada CV Hugo Inovasi Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Gula kelapa kristal adalah gula kelapa bubuk yang dibuat dengan cara merebus nira kelapa hingga larutan menjadi jenuh dan berbentuk kristal. Energi merupakan salah satu faktor yang dibutuhkan dalam bidang pertanian. Semakin meningkatnya produksi gula kelapa kristal maka energi yang dibutuhkan dalam proses pengolahannya juga akan meningkat. Dalam rangka pemanfaatan energi yang efisien terutama untuk industri pengolahan gula kelapa kristal diperlukan suatu kegiatan audit energi. Pengambilan data dilakukan pada proses produksi gula kelapa kristal dilakukan dengan 2 kali ulangan pada proses pembuatan gula kelapa kristal. Audit energi yang dilakukan memberikan informasi kebutuhan energi dan efisiensi energi pada pengolahan gula kelapa. Jenis energi pada pengolahan gula kelapa kristal dengan penggunaan energi terbanyak yaitu energi listrik sedangkan penggunaan energi paling sedikit yaitu energi manusia. Penggunaan energi total pada pengolahan gula kelapa kristal adalah 1315,23 MJ atau sebesar 18,79 MJ/kg, sedangkan penggunaan energi untuk setiap tahapan proses yaitu penyadapan yaitu 1,46 MJ atau sebesar 0,003 MJ/kg; penyaringan dan pemasakan yaitu 755 MJ atau sebesar 17,607 MJ/kg; pengentalan yaitu 0,48 MJ atau sebesar 0,06 MJ/kg; pengkristalan yaitu 0,83 MJ atau sebesar 0,008 MJ/kg; pengayakan di petani yaitu 0,59 MJ atau sebesar 0,09 MJ/kg; pengayakan di gudang yaitu 1,04 MJ atau sebesar 0,002 MJ/kg; pengeringan yaitu 542,28 MJ atau sebesar 0,996 MJ/kg; magnet trap yaitu 0,75 MJ atau sebesar 0,002 MJ/kg; penyortiran yaitu 8,85 MJ atau sebesar 0,026 MJ/kg; pengemasan yaitu 0,96 MJ atau sebesar 0,003 MJ/kg. Hasil audit energi pada pengolahan gula kelapa kristal di CV Hugo Inovasi menunjukkan bahwa energi biomassa merupakan sumber energi yang paling banyak digunakan. Upaya dalam penghematan energi bahan bakar ini dapat dilakukan dengan menggunakan tungku hemat energi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Crystal coconut sugar is powdered coconut sugar made by boiling coconut sap until the solution becomes saturated and crystalline. Energy is one of the factors needed in agriculture. The increasing production of crystal coconut sugar, the energy required in the processing process will also increase. In order to utilize energy efficiently, especially for the crystal coconut sugar processing industry, an energy audit is needed. Data collection was carried out in the crystal coconut sugar production process carried out with 2 replicates in the process of making crystal coconut sugar. The energy audit conducted provides information on energy requirements and energy efficiency in coconut sugar processing. The type of energy in crystal coconut sugar processing with the highest energy use is electrical energy while the least energy use is human energy. The total energy use in crystal coconut sugar processing is 1315.23 MJ or 18.79 MJ/kg, while the energy use for each stage of the process is tapping which is 1.46 MJ or 0.003 MJ/kg; filtering and cooking which is 755 MJ or 17.607 MJ/kg; thickening is 0.48 MJ or 0.06 MJ/kg; crystallization is 0.83 MJ or 0.008 MJ/kg; sieving at the farmer is 0.59 MJ or 0.09 MJ/kg; sieving in the warehouse is 1.04 MJ or 0.002 MJ/kg; drying is 542.28 MJ or 0.996 MJ/kg; magnet trap is 0.75 MJ; sieving in the warehouse is 1.04 MJ or 0.002 MJ/kg; drying is 542.28 MJ or 0.996 MJ/kg; magnet trap is 0.75 MJ or 0.003 MJ/kg. The results of an energy audit on the processing of crystalline coconut sugar at CV Hugo Inovasi shows that biomass energy is the most widely used energy source. This fuel energy saving effort is by using an energy efficient stove.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save