Home
Login.
Artikelilmiahs
41044
Update
AYASI APRILIA
NIM
Judul Artikel
PENJATUHAN SANKSI PIDANA TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA PENYIMPANAN NARKOTIKA (Studi Putusan Pengadilan Negeri Muara Enim Nomor 31/Pid.Sus-Anak/2021/PN Mre)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Narkotika telah menjadi musuh bagi Indonesia dalam hal mencetak penerus bangsa yang sehat sehingga menjadi hal yang harus diperhatikan apabila anak terjerat narkotika. Pemidanaan terhadap anak harus memperhatikan UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak dan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Perlindungan anak menjadi landasan bagi Hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap anak. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui penjatuhan sanksi terhadap anak sebagai pelaku tindak kejahatan penyimpanan narkotika di Indonesia dan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim menjatuhkan sanksi pidana pada Putusan Pengadilan Negeri Muara Enim Nomor 31/Pid.Sus-Anak/2021/PN Mre. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, dengan spesifikasi preskriptif analitis, sumber data yang digunakan data sekunder, data yang diperoleh disajikan dengan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penjatuhan sanksi terhadap anak sebagai pelaku tindak kejahatan penyimpanan narkotika penanganan perkara pidana anak berbeda dengan orang dewasa, Sesuai dengan Undang – Undang Sistem Peradilan Pidana Anak ½ (satu perdua) dari maksimum pidana penjara yang diancamkan terhadap orang dewasa, pidana dengan syarat, pelatihan kerja, pembinaan dalam lembaga dan penjara. Penjatuhan sanksi yang dilakukan oleh hakim ini dianggap terlalu berat dan tidak sesuai dengan asas perlindungan anak. Hakim harus mengambil keputusan yang sesuai untuk menciptakan keadilan dalam perlindungan anak.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Narcotics have become an enemy to Indonesia in terms of producing healthy successors of the nation, so it becomes a matter that must be taken into account when children are involved in narcotics. The punishment against children must consider Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Justice System and Law Number 35 of 2014 concerning Child Protection. Child protection serves as a foundation for Judges in delivering verdicts against children. The purpose of this research is to determine the sanctions imposed on children as perpetrators of drug storage crimes in Indonesia and to understand the legal considerations of judges in imposing criminal sanctions in the Decision of the Muara Enim District Court Number 31/Pid.Sus-Anak/2021/PN Mre. This study uses a normative juridical approach method, with prescriptive analytical specification, using primary and secondary data sources, and the data obtained are presented using qualitative analysis methods. The results of the research indicate that the form of punishment imposed on children as perpetrators of drug storage crimes differs from adults, in accordance with the Law on the Juvenile Criminal Justice System, the punishment is half of the maximum prison sentence threatened against adults, which includes conditional sentences, vocational training, guidance in institutions, and imprisonment. The punishment imposed by the judge is considered too severe and not in accordance with the principle of child protection. Judges must make appropriate decisions to create justice in child protection.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save