Home
Login.
Artikelilmiahs
40990
Update
MUKTI NUR APRIANTO
NIM
Judul Artikel
Evaluasi Penanganan Kesehatan Lingkungan di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II B Purwokerto
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Lembaga Pemasyarakatan (disingkat LP atau Lapas) adalah tempat untuk melaksanakan pembinaan narapidana dan anak didik pemasyarakatan di Indonesia. Tingginya angka kepadatan pada lapas menyebabkan banyak penyakit yang diakibatkan oleh lingkungan dan sanitasi yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penanganan kesehatan lingkungan di institusi Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Purwokerto. Metode: Penelitian ini didesain sebagai penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dengan menggali individu mengenai pengalaman-pengalaman yang dirasakan kemudian membandingkan dengan Pedoman Kesehatan Lingkungan di Lapas. Pengumpulan data primer menggunakan wawancara mendalam serta didukung oleh observasi lapangan yang dilakukan, sementara data skunder berasal dari data kesakitan klinik lapas, profil lapas, arsip lapas dan perundang-undangan. Hasil Peneltian: Dilihat dari hasil penelitian variabel kebersihan dan kesehatan penghuni, sanitasi, ruang dan sel, serta dapur dan penyiapan makanan telah memenuhi sesuai dengan Pedoman Kesehatan Lingkungan di Lembaga Pemasyarakatan Namun pada variabel pasokan air belum sesuai dengan Pedoman Kesehatan Lingkungan di Lembaga Pemasyarakatan. Kesimpulan: Secara keseluruhan penanganan kesehatan lingkungan di Lapas Narkotika Kelas IIB Purwokerto sudah berjalan baik hal ini dapat dilihat dari lingkungan lapas yang bersih serta sedikit keluhan dari narapaidana namun masih ada satu variable yang harus diperbaiki yaitu pasokan air yang masih dibatasi dan kualitas air yang rendah sehingga tidak sesuan dengan Pedoman kesehatan lingkungan di Lembaga Pemasyarakatan. Saran: Meningkatan sarana dan prasarana dalam rangka memenuhi pasokan air di lapas .
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Lembaga Pemasyarakatan is a facility for the rehabilitation of prisoners and correctional education in Indonesia. The high population density in prisons often leads to poor environmental conditions and inadequate sanitation, resulting in numerous health issues. This research aims to evaluate the environmental health management in the Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II B Purwokerto institution. Methodology: This study employed a qualitative research design with a phenomenological approach, exploring individuals' experiences and comparing them with the Environmental Health Guidelines in Prisons. Primary data were collected through in-depth interviews and supported by field observations, while secondary data were obtained from the prison clinic's illness records, prison profiles, archives, and legislation. Results: Based on the study results, variables such as cleanliness and the health of residents, sanitation, cells and spaces, and kitchen and food preparation met the standards outlined in the Environmental Health Guidelines in Prisons. However, the water supply variable did not comply with the guidelines. Conclusion: Overall, the environmental health management in the Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Purwokerto is satisfactory. This can be observed from the clean prison environment and minimal complaints from the prisoners. However, there is still one area that requires improvement, which is the limited water supply and poor water quality, not meeting the standards outlined in the Environmental Health Guidelines in Prisons.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save