Home
Login.
Artikelilmiahs
40850
Update
ILONA VIOLA PUTRI KUSWIAN
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN PENERAPAN FEEDING RULES, POLA PEMBERIAN MAKAN, DAN KUALITAS ASUPAN PROTEIN SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTED PADA ANAK USIA 12-24 BULAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang : Kejadian stunted paling berisiko terjadi pada masa dua tahun pertama kehidupan dan berhubungan erat dengan peran ibu. Anak dianjurkan diberikan asupan yang baik dan berkualitas sesuai jenis, jumlah, dan jadwal makan. Aturan dasar pemberian makan (feeding rules) pada anak juga perlu diperhatikan untuk menunjang status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerapan feeding rules, pola pemberian makan, dan kualitas asupan protein sebagai faktor risiko kejadian stunted pada anak usia 12-24 bulan di wilayah Puskesmas 1 Sumbang. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain case control dengan sampel 72 baduta di Desa Banteran dan Desa Tambaksogra, Sumbang. Responden dipilih berdasarkan metode purposive sampling dengan perbandingan kelompok kasus dan kontrol 1:1 berdasarkan matching usia. Pengambilan data menggunakan kuesioner penerapan feeding rules, Child Feeding Questionnare, dan NHANES FFQ. Analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan pola pemberian makan (p=0,001; OR=6,19; 95% CI 2,19-17,50) dan kualitas asupan protein (p=0,003; OR=4,60; 95% CI, 1,69-12,46) berhubungan signifikan dengan kejadian stunted pada anak usia 12-24 bulan, sedangkan penerapan feeding rules (p=0,086) tidak berhubungan dengan kejadian stunted pada anak usia 12-24 bulan. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola pemberian makan dan kualitas asupan protein dengan kejadian stunted pada anak usia 12-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas 1 Sumbang
Abtrak (Bhs. Inggris)
encouraged to eat good and quality food. Basic rules for feeding in children also need to be considered to support children nutritional status. This study aims to determine the relationship between the application of feeding rules, feeding patterns, and the quality of protein intake as a risk factor for stunting in children aged 12-24 months in the Sumbang 1 Health Center area. Methodology Case control study was conducted involving 72 mothers in Desa Banteran and Tambaksogra. Comparison between case and control groups with age matching 1:1. Data collected by using the questionnaire application of feeding rules, the Child Feeding Questionnaire, and the NHANES FFQ. Data analysis used the chi square test. Results: The results of the analysis showed feeding patterns (p=0.001; OR=6.19; 95% CI 2.19-17.50) and the quality of protein intake (p=0.003; OR=4.60; 95% CI, 1.69-12.46) was significantly associated to the incidence of stunted, while the application of feeding rules (p=0.086) was not associated with the incidence of stunted in children aged 12-24 months. Conclusion: There was significant relationship between feeding patterns and quality of protein intake with the incidence of stunted in children aged 12-24 months in the working area of the Sumbang 1 Health Center
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save