Home
Login.
Artikelilmiahs
40754
Update
ALFIANI KHAIRAUMMAH
NIM
Judul Artikel
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI BIOKOMPOSIT DARI LIMBAH BAGLOG JAMUR UNTUK BAHAN KEMASAN PANGAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Jamur tiram banyak dikembangkan di Indonesia dan Pulau Jawa menjadi sentra utama budidaya yang mencapai 97% dari total produksi nasional. Industri jamur menghasilkan limbah yang cukup besar salah satunya limbah baglog. Limbah baglog dapat memberikan banyak kerugian baik dari bidang kesehatan ataupun lingkungan apabila tidak ditangani dengan baik, sehingga perlu dilakukan inovasi untuk pembuatan biokomposit kemasan pangan dari limbah baglog dan perekat molase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan limbah baglog jamur dengan persentase jumlah perekat yang berbeda terhadap karakteristik biokomposit kemasan pangan dan mengetahui biokomposit terbaik berdasarkan kriteria karakteristiknya. Hasil uji sampel biokomposit dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA) memberikan hasil yang signifikan pada karakteristik mekanik dan kadar air, kemudian dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan pada taraf 5%. Sampel biokomposit kemasan pangan dengan sifat fisik dan mekanik terbaik yaitu pada sampel AM3 merupakan biokomposit yang terbuat dari limbah baglog jamur P. cystidiosus dengan persentase jumlah perekat molase 15% yang memiliki nilai kerapatan 0,849 g/cm3, kadar air 2,799%, tingkat biodegradabilitas 10,22%, MOR 6,528 N/mm2, dan MOE 1.752,33 N/mm2.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Oyster mushrooms are largely produced in Indonesia. The island of Java is the main center for the cultivation of Oyster mushrooms, accounting for 97% of the national total production. The mushroom industry produces waste, one of which is mushroom baglog waste. Baglog waste can cause environmental pollution and health problems if they are not handled properly, so it is necessary to carry out new innovations for the manufacture of food packaging biocomposites from mushroom baglog waste and molasses adhesive. The purpose of this research is to determine the effect of using mushroom baglog waste with a percentage of adhesive amount on the characteristics of food packaging biocomposites and to determine the best biocomposite based on its characteristic criteria. The test results of the biocomposite samples analyzed using Analysis of variance (ANOVA) provided significant result on mechanical characteristics and moisture content, followed by a Duncan post-hoc test at the 5% level. The best food packaging biocomposite is AM3 sample, which is biocomposite made from P. cystidisosus mushroom baglog waste with molasses adhesive percentage of 15% that has a density value of 0.849 g/cm3, 2.799% moisture content, 10.22% biodegradability value, MOR 6.528 N/mm2, and MOE 1752.33 N/mm2.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save