Home
Login.
Artikelilmiahs
40623
Update
ILHAM RIVAL MAHARDIKA
NIM
Judul Artikel
Politik Militer Rusia
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pembahasan tentang Rusia dan politiknya tidak lepas dari sejarah negara Rusia. Berawal dari kekaisaran Tsar yang otoriter, militer sebagai alat untuk mempertahankan kekuasaannya. Kekaisaran Tsar runtuh oleh rezim komunis melalui revolusi Bolshevik yang dipimpin Lenin berubah menjadi negara Uni Soviet yang sosialis komunis dan sentralistis serta militer sebagai alat untuk mempertahankan kekuasaan. Pada perkembangannya banyak kelompok yang menginginkan perubahan, dan kehancuran Uni Soviet terjadi pada masa Mikhail Gorbachev yang gagal membawa konsep demokratis yaitu glasnost dan perestroika. Sejak itu negara Uni Soviet berubah menjadi negara federasi Rusia yang demokratis dipimpin oleh Boris Yeltsin. Yeltsin menerapkan pemerintahan parlementer sebagai bentuk sistem demokrasi di Rusia. Adanya pergulatan politik yang sangat tajam di Rusia pada masa transisi komunis-demokratis ini, mengharuskan Boris Yeltsin mengundurkan diri dan pada tahun 2000 menunjuk Vladimir Putin sebagai Presiden Rusia. Boris Yeltsin menjabat sebagai presiden Rusia dari tahun 1991-1999 dan Vladimir Putin sejak tahun 2000 sampai saat ini. Pada era Yeltsin rakyat sipil lebih mendominasi dalam penguasaan aset negara dan pada era Putin militer negara Rusia mendominasi pemerintahan dan bersekutu dengan penguasa. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan politik militer negara Rusia pada masa Boris Yeltsin dan Vladimir Putin secara internal (dalam negeri). Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan literature review (study pustaka). Hasil penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa politik militer di Rusia merupakan warisan politik masa lalu sejak negara Rusia dipimpin oleh Tsar, hingga sampai pada pemerintahan Yeltsin dan Putin negara Rusia masih melibatkan peran militer dalam upaya mempertahankan kekuasaannya, apakah menjelma dalam pretorian atau sebagai militer profesional yang dijadikan sebagai alat penguasa untuk mempertahankan kekuasaannya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The discussion about Russia and its politics cannot be separated from the history of the Russian state. Starting from the authoritarian Tsarist empire, the military was used as a tool to maintain his power. The tsarist empire collapsed by the communist regime through the Bolshevik revolution led by Lenin turned into a communist and centralized socialist Soviet Union and the military as a means of maintaining power. In its development, many groups wanted change, and the collapse of the Soviet Union occurred during the time of Mikhail Gorbachev who failed to bring about democratic concepts, namely glasnost and perestroika. Since then the Soviet Union has turned into a democratic Russian federation led by Boris Yeltsin. Yeltsin implemented a parliamentary government as a form of democracy in Russia. The existence of a very sharp political struggle in Russia during this communist-democratic transition period, forced Boris Yeltsin to resign and in 2000 appointed Vladimir Putin as President of Russia. Boris Yeltsin served as president of Russia from 1991-1999 and Vladimir Putin from 2000 until today. During the Yeltsin era, civilians dominated in controlling state assets and during the Putin era, the Russian state military dominated the government and allied with the authorities. This paper aims to describe the military politics of the Russian state during the times of Boris Yeltsin and Vladimir Putin internally (domestic). This research is a qualitative research with a literature review approach (literature study). The results of this study conclude that military politics in Russia is a political inheritance from the past since the Russian state was led by the Tsar, until the Yeltsin and Putin governments, the Russian state still involved the role of the military in an effort to maintain its power, whether incarnated as a praetorian or as a professional military that was used as a as a tool for the ruler to maintain his power.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save