Home
Login.
Artikelilmiahs
40574
Update
MAULIDA NUR FATHONAH
NIM
Judul Artikel
ANALISIS KAPASITAS BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM UPAYA DERADIKALISASI EKS NARAPIDANA TERORISME DI KABUPATEN MAGETAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Radikalisme adalah tindakan mengajak para teroris dan pendukungnya untukpenggunaan kekerasan dalam pencapaian tujuan tertentu yang sering kali memakai legitimasi agama. Kabupaten Magetan merupakan salah satu tempat dimana narapidana terorisme banyak dijumpai, yaitu sekitar 22 eks napiter dan napiter. Dalam konteks ini, salah satu yang berperan dalam upaya deradikalisasi adalah Bakesbangpol Kabupaten Magetani. Tujuan Penelitian ini adalah (1) Menjelaskan peran Bakesbangpoldalam upaya deradikalisasi eks narapidana terorisme. (2) Menjelaskan strategi/program yang digunakan oleh Bakesbangpol dalam upaya deradikalisasi eks narapidana terorisme. (3) Mengetahui pengaruh apa saja yang didapatkan dengan adanya deradikalisasi eks narapidana terorisme di Kabupaten Magetan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Adapun hasilnya adalah: (1) Bakesbangpol Kabupaten Magetan sebagai implementator program deradikalisasi bekerjasama dengan BNPT, Kementrian dan Lembaga lainnya. Bakesbangpol Kabupaten Magetan juga memiliki Satgas Sinergitas. (2) Strategi/program yang dijalankan oleh Bakesbangpol Kabupaten Magetan adalah (a) Melaksanakan Sosialisasi Cinta Tanah Air dan Wawasan Kebangsaan. (b) Pembentukan dan Pelatihan Tim Penyuluh Terpadu Anti Radikalisme serta Launching Sistem Informasi Aplikasi Pelaporan Masyarakat. (c) Melakukan Penggalangan dan Bina Informasi kepada eks narapidana terorisme dan Tokoh Ideologi Garis Keras. (3) Para Eks Napiter kembali ke NKRI dan mengakui NKRI, yang mana sebelumnya mereka mengikuti paham yang ada di Afganistan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Radicalism is an act of inviting terrorists and their supporters to use violence to achieve certain goals which often uses religious legitimacy. Magetan Regency is one of the places where terrorism convicts are often found, namely around 22 ex-convicts and convicts. In this context, one of those who play a role in deradicalization efforts is Bakesbangpol Magetani Regency. The aims of this study are (1) to explain the role of Bakesbangpol in the effort to deradicalize ex-terrorism convicts. (2) Explain the strategies/programs used by Bakesbangpol in the effort to deradicalize ex-terrorism convicts. (3) Knowing what effects are obtained by the deradicalization of ex-terrorism convicts in Magetan Regency. This study uses a qualitative method. The results are: (1) Bakesbangpol Magetan Regency as the implementer of the deradicalization program in collaboration with BNPT, Ministries and other Institutions. Bakesbangpol Magetan Regency also has a Synergy Task Force. (2) The strategies/programs carried out by Bakesbangpol Magetan Regency are (a) Implementing the Socialization of Love for the Homeland and National Insights. (b) Establishment and training of the Anti-Radicalism Integrated Extension Team and Launching of the Community Reporting Application Information System. (c) Raising and developing information for ex-terrorism convicts and hardline ideologues. (3) The ex-convicts returned to the Unitary State of the Republic of Indonesia and acknowledged the Unitary State of the Republic of Indonesia, which previously they followed the understanding that existed in Afghanistan.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save