Home
Login.
Artikelilmiahs
40326
Update
TECA APRIANI
NIM
Judul Artikel
PENGARUH LAMA WAKTU PENYIMPANAN SETELAH OZONISASI TERHADAP TOTAL PADATAN DAN VISKOSITAS SUSU KAMBING SAPERA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Susu kambing merupakan produk hasil ternak kambing perah masa laktasi. Kontaminasi bakteri susu kambing sangat tinggi, karena nutrisinya. Preservasi thermal sistem pemanasan dapat menurunkan kandungan nutrisi terutama yang tidak tahan panas yaitu protein, vitamin, dan lemak. Alternatif dengan preservasi non thermal dapat menghambat bakteri tanpa merusak nutrisi susu. Ozonisasi merupakan salah satu proses preservasi non thermal. Ozon (O3) merupakan senyawa yang mampu membunuh bakteri dan mempunyai daya oksidasi kuat. Total padatan susu dipengaruhi kadar protein dan lemak, selain itu bakteri memiliki membran sel yang tersusun dari protein dan lemak, sehingga semakin banyak bakteri dalam susu maka total padatan dan viskositas meningkat.Penelitian berfokus pada lama waktu penyimpanan setelah ozonisasi dengan lama kontak 6 menit dan konsentrasi ozon 1000 mg/h terhadap total padatan dan viskositas susu KambingSapera. Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu 10,5 liter susu Kambing Sapera dari Gaza Dairy Farm, Sumbang. Rancangan penelitian yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 8 perlakuan dan 3 kali ulangan. Tabel 4 rataan hasil ozonisasi terhadap variabel total padatan dan viskositas susu Kambing Sapera menghasilkan total padatan non signifikan. Hasil anava parameter viskositas menunjukan angka signifikan (P=0,047). Signifikansi viskositas dilanjutkan dengan uji orthogonal polinomial menggunakan grafik regresi linier disajikan pada Gambar 2. Berdasarkan perhitungan statistik koefisien determinasi sebesar 0,469 artinya lama penyimpanan setelah ozonisasi berpengaruh 46,9% terhadap viskositas. Nilai y yang digunakan pada persamaan y=2,24+0,22x adalah 3,96 menghasilkan nilai x=7,82 artinya maksimal waktu penyimpanan setelah ozonisasi yaitu 7,82 jam.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Goat milk is a product of dairy goats during lactation. Bacterial contamination of goat's milk is very high, because of its nutrition. Thermal preservation of the heating system can damage, especially those that cannot stand heat, including proteins, vitamins, and fats. The alternative with non-thermal preservation can inhibit bacteria without descreasing milk nutrition. Ozonization is a non-thermal preservation process. Ozone (O3) is a compound that can kill bacteria and has strong oxidizing. The total solids of milk are affected by the levels of protein and fat, besides that bacteria have cell membranes composed of protein and fat, so the more bacteria in milk, the total solids and viscosity increase. The research focused on the length of storage time after ozonation with a contact time of 6 minutes and an ozone concentration of 1000 mg/h on the total solids and viscosity of Sapera goat milk. The material used in this study was 10,5 liters of Sapera goat milk from Gaza Dairy Farm, Sumbang. The research design used was a completely randomized design (CRD) with 8 treatments and 3 replications. Table 4 the average results of ozonization on the total solids and viscosity of Sapera Goat milk resulted in non-significant total solids. Anava results on the viscosity’s parameter showed a significant number (P=0,047). The significance of the viscosity was followed by a polynomial orthogonal test using a linear regression graph presented in Figure 2. Based on statistical calculations, the coefficient of determination was 0,469, meaning that the storagetime after ozonization had an of 46,9% effect on the viscosity. The y value used in the equation y=2,24+0,22x is 3.96 resulting in a value of x=7,82 meaning that the maximum storage time after ozonation is 7,82 hours.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save