Home
Login.
Artikelilmiahs
40131
Update
MUSALAMAH FATIMAH AZ ZAHRA
NIM
Judul Artikel
KORELASI ANTARA KELAHIRAN PREMATUR DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK STUNTING USIA 6-59 BULAN DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2022-2023
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang – Indonesia menempati peringkat kelima negara dengan angka kelahiran prematur tertinggi. Anak prematur berisiko mengalami keterlambatan perkembangan neurokognitif, bahasa, dan motorik dibandingkan anak normal seusianya. Prematuritas merupakan determinan kuat dari anak stunting di Indonesia dimana stunting dalam jangka pendek menyebabkan keterlambatan perkembangan pada anak. Perkembangan motorik memfasilitasi interaksi anak dengan lingkungan fisik dan sosial di sekitarnya. Terganggunya aspek tersebut akan menghambat anak berfungsi secara sosial dan berinteraksi dengan anak seusianya. Tujuan – Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui korelasi antara kelahiran prematur dengan perkembangan motorik kasar anak stunting usia 6-59 bulan di Kabupaten Banyumas. Metode – Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Data penelitian bersifat primer yang merupakan hasil wawancara dan pengukuran antropometri pada anak. Sampel berjumlah 128 balita stunting dikumpulkan dengan metode consecutive sampling. Pengolahan dan analisis data menggunakan software SPSS versi 22.0 menggunakan uji Spearman. Hasil – Subjek dengan suspek gangguan perkembangan pada motorik kasar berjumlah 13 dari 128 balita stunting diantaranya 1 subjek prematur dan 12 subjek aterm. Uji Spearman menghasilkan nilai Sig. 0,106 (>α=0,005) artinya tidak terdapat korelasi antara kelahiran prematur dengan gangguan perkembangan motorik kasar anak stunting usia 6-59 bulan di Kabupaten Banyumas. Kesimpulan – Tidak terdapat korelasi antara kelahiran prematur dengan perkembangan motorik kasar anak stunting usia 6-59 bulan di Kabupaten Banyumas.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background – Indonesia ranks in fifth place for the highest prematurity rate. Premature children have a higher risk on neurocognitive, language, dan motor delay compared to their peers. Prematurity is a strong determinant of childhood stunting in Indonesia. Both stunting and prematurity are causing developmental delay. Motor development facilitates children to interact with their physical and social environment. Motor developmental delay will disturb their social function and interaction with their peers. Purpose – This study aimed to discover the correlation between premature birth and gross motor development in stunting children aged 6-59 months. Method – This study used cross-sectional approach. Primary data was obtained through interviews and anthropometric measurements. A sample of 128 stunting children was collected with consecutive sampling method. Data analysis was done using SPSS software version 22.0 with Spearman test. Result – Out of 128 subjects, 1 preterm and 12 term subjects are found to have gross motor developmental delay. Spearman test result is 0,106 (>α=0,005), which means there is no correlation between preterm birth and gross motor development among stunting children aged 6-59 months in Kabupaten Banyumas. Conclusion – There is no correlation between preterm birth and gross motor development among stunting children aged 6-59 months in Kabupaten Banyumas.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save