Home
Login.
Artikelilmiahs
40118
Update
YUNI RIZKI NURAZIZAH
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN POLA ASUH MAKAN DENGAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK BALITA STUNTING DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Stunting adalah gangguan pertumbuhan karena kekurangan gizi kronis ditunjukkan dengan nilai z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) kurang dari -2 standar deviasi (SD). Salah satu faktor yang mempengaruhi stunting yaitu pola asuh makan. Anak stunting lebih rentan mengalami keterlambatan perkembangan bahasa. Perkembangan bahasa meliputi keterampilan komunikasi ekspresif dan reseptif dalam berinteraksi dengan orang lain. Tujuan: Untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan pola asuh makan dengan perkembangan bahasa anak balita stunting di Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data penelitian merupakan data primer hasil wawancara menggunakan kuesioner pola asuh makan dan pemeriksaan perkembangan dengan formulir Denver-II pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Timur I, II, dan Kembaran I. Responden diambil melalui teknik consecutive sampling dan didapat 144 responden memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel penelitian dianalisis menggunakan uji korelasi rank spearman. Hasil: Dari 144 responden, sebanyak 141 (97,9%) melakukan praktik pola asuh makan kurang baik dan sebanyak 3 (2,1%) melakukan praktik pola asuh makan baik. Sebanyak 120 anak (83,3%) menunjukkan perkembangan bahasa normal dan sebanyak 24 anak (16,7%) mengalami suspek gangguan perkembangan bahasa. Diperoleh hasil p-value=0,437 pada uji korelasi rank spearman yang berarti tidak ada hubungan signifikan antara pola asuh makan dengan perkembangan bahasa. Kesimpulan: Tidak ada hubungan signifikan antara pola asuh makan dengan perkembangan bahasa anak balita stunting di Kabupaten Banyumas. Kata kunci: Pola asuh makan, Perkembangan bahasa, Stunting
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Stunting is a growth disorder caused by chronic malnutrition indicated by a high z-score of height for age (HAZ) of less than -2 standard deviations (SD). One of the factors that affects stunting is parental feeding styles. Stunting children are more vulnerable to experiencing language development delays. Language development includes expressive and receptive communication skills in interacting with others. Objective: Determined whether there was a relationship between parental feeding styles and language development in stunting toddlers in Banyumas Regency. Method: This study used observational analytic method with a cross-sectional approach. The research data were primary data obtained from interviews using parental feeding styles questionnaire and developmental screening using the Denver-II form on toddlers in the working area of Puskesmas Purwokerto Timur I, II, and Kembaran I. Respondents were taken by using consecutive sampling techniques, and 144 respondents have met the inclusion and exclusion criteria. The research variables were analyzed using the Spearman’s rank correlation test. Results: Out of 144 respondents, 141 (97.9%) have poor parental feeding styles, and only 3 (2.1%) have good ones. As many as 120 children (83.3%) show normal language development, and 24 children (16.7%) suspect language development disorders. The results obtains p-value = 0.437 in the Spearman’s rank correlation test, meaning there is no significant relationship between parental feeding styles and language development. Conclusion: There is no significant relationship between parental feeding styles and language development of stunting toddlers in Banyumas Regency. Keywords: Parental feeding styles, Language development, stunting
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save