Home
Login.
Artikelilmiahs
40101
Update
ELLEN SHELY AULINA
NIM
Judul Artikel
Analisis Potensi Komoditas Sayuran Unggulan Di Kabupaten Wonosobo
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pembangunan ekonomi daerah merupakan suatu proses dimana pemerintah daerah dan masyarakatnya mengelola sumber daya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Dalam menentukan strategi pembangunan ekonomi daerah dapat dengan mengetahui potensi yang dimiliki oleh tiap daerahnya. Mengidentifikasi komoditas sayuran unggulan di Kabupaten Wonosobo dapat dilakukan dengan mengindikasikan komoditas sayuran unggulan dan komponen pertumbuhan wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komoditas sayuran unggulan dan menentukan pengklasifikasian komoditas sayuran unggulan di Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan memberikan gambaran yang sistematis secara faktual dan akurat berdasarkan data yang digunakan dalam penelitian ini. Jenis data penelitian yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wonosobo dan Provinsi Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Location Quotient (LQ), analisis Dynamic Location Quotient (DLQ), dan analisis Overlay LQ & DLQ. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komoditas sayuran unggulan di Kabupaten Wonosobo adalah kentang, kubis dan bawang daun. Dimana produksi tanaman sayuran ini menjadi paling unggul diantara komoditas sayuran lainnya. Komoditas sayuran unggulan ini mampu berkembang dan tumbuh lebih cepat dibandingkan komoditas yang sama di Provinsi Jawa Tengah. Komoditas sayuran kentang, kubis dan bawang daun memiliki keunggulan secara komparatif pada masa sekarang serta memiliki potensi untuk tetap unggul di masa yang akan datang. Implikasi dari penelitian ini yaitu Pemerintah Kabupaten Wonosobo diharapkan kedepannya mampu memaksimalkan potensi sektor pertanian terutama komoditas sayuran unggulan melalui peningkatan produksi dan ekspor, inovasi, serta meningkatkan kreativitas dan skill petani. Sehingga dapat meningkatkan perekonomian daerah yang tangguh berlandaskan pembangunan pertanian.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Regional economic development is a process by which local governments and their communities manage existing resources and form a pattern of partnership that can encourage economic growth in the region. In determining regional economic development strategies, you can find out the potential of each region. Identifying the leading vegetable commodities in Wonosobo Regency can be done by indicating the leading vegetable commodities and regional growth components. This study aims to analyze superior vegetable commodities and determine the classification of superior vegetable commodities in Wonosobo Regency. This research is included in the type of quantitative descriptive research by providing a systematic picture factually and accurately based on the data used in this study. The type of research data used is secondary data sourced from the Central Statistics Agency (BPS) Wonosobo Regency and Central Java Province. The methods used in this study are Location Quotient (LQ) analysis, Dynamic Location Quotient (DLQ) analysis, and LQ &; DLQ Overlay analysis. The results of this study show that the leading vegetable commodities in Wonosobo Regency are potatoes, cabbage and onions. Where the production of vegetable crops is the most superior among other vegetable commodities. This superior vegetable commodity is able to develop and grow faster than the same commodity in Central Java Province. Potato, cabbage and onion vegetables have a comparative advantage in the present and have the potential to remain superior in the future. The implication of this research is that the Wonosobo Regency Government is expected to be able to maximize the potential of the agricultural sector, especially superior vegetable commodities through increasing production and export, innovation, and increasing the creativity and skills of farmers. So that it can improve the regional economy based on agricultural development.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save