Home
Login.
Artikelilmiahs
39847
Update
RACHMAWATI NOVINDA AYUNDRA PUTRI
NIM
Judul Artikel
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL JAMUR ENDOFIT Aspergillus flavus TERHADAP METHICILLIN-RESISTANT Staphylococcus aureus
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: MRSA adalah Staphylococcus aureus yang resisten terhadap metisilin yang angka kejadiannya per tahun meningkat 10-20%. Eksplorasi bahan alam menjadi salah satu alternatif dalam penemuan antibiotik baru untuk mengatasi masalah resistensi obat, diantaranya tanaman dan mikroba yang berasosiasi seperti jamur endofit. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri Aspergillus flavus terhadap MRSA dan menganalisis kandungan kimianya. Metodologi: Jamur endofit A. flavus diinokulasikan ke dalam media PDA dan dilakukan reidentifikasi morfologi baik secara makroskopis maupun mikroskopis. Fermentasi jamur menerapkan metode OSMAC menggunakan media jagung, selain fermentasi pada media beras dan kontrol media jagung. Selanjutnya, jamur diekstraksi menggunakan metanol dengan cara maserasi dan shaking. Ekstrak metanol A. flavus kemudian diuji aktivitas antibakterinya terhadap MRSA dengan metode difusi cakram Kirby-Bauer dan diidentifikasi kandungan kimia dengan metode KLT. Hasil peneltian: Jamur endofit dari deposit tanah steril yang telah diisolasi oleh Farahdina (2022) masih teridentifikasi sebagai A. flavus. Ekstrak metanol A. flavus pada media beras dan jagung menunjukkan aktivitas penghambatan terhadap MRSA dengan rentang diameter zona hambat masing-masing 0,7-1,9 mm dan 1,2-4,3 mm. Profil KLT ekstrak metanol jamur A. flavus pada media beras menunjukkan keberadaan senyawa alkaloid, saponin, dan terpenoid sedangkan pada media jagung mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan terpenoid. Kesimpulan: A. flavus pada media beras dan jagung menunjukkan konsentrasi hambat minimum terhadap MRSA sebesar 0,125%. Penerapan OSMAC pada A. flavus menggunakan media jagung menunjukkan adanya senyawa flavonoid yang tidak ditemukan dalam kultur jamur pada media beras.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: MRSA is Staphylococcus aureus which is resistant to methicillin whose incidence rate increases 10-20% per annum. Exploration of natural products including plants and associated microbes such as endophytic fungi is a strategy in the discovery of new antibiotics to overcome drug resistance problem. This study aims to evaluate antibacterial activity of Aspergillus flavus against MRSA and to analyze its secondary metabolites. Method: An endophytic fungus A. flavus was inoculated into PDA medium, followed by morphological identification. Fermentation using rice and corn media, in addition to corn medium control. Subsequently, fungus was extracted using methanol with maceration in an incubator shaker. The methanol extract of A. flavus was then assayed against MRSA using the Kirby-Bauer disc diffusion method and the chemical constituents were identified by using the TLC method. Results: Endophytic fungus from sterile soil deposit which was firstly isolated by Farahdina (2022) was still reidentified macroscopically and microscopically as A. flavus. Methanol extract of A. flavus on rice and corn media revealed antibacterial activity against MRSA with a range of inhibition zone diameters ranging from 0.7 to 1.9 mm and 1.2 to 4.3 mm, respectively. The TLC profile of methanol extract of A. flavus on rice medium showed the presence of alkaloids, saponins, and terpenoids, while on corn medium it possessed alkaloids, flavonoids, saponins, and terpenoids. Conclusion: A. flavus fermented on rice and corn media exhibited the MIC values toward MRSA by 0.125%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save