Home
Login.
Artikelilmiahs
39622
Update
SALSABILA SHAFA BUDIANTO
NIM
Judul Artikel
PENGARUH ANGKATAN KERJA TAMATAN SMA, ANGKATAN KERJA TAMATAN PERGURUAN TINGGI, UPAH MINIMUM PROVINSI DAN LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA (TPT) DI LIMA PROVINSI INDONESIA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pengangguran terbuka menurut BPS, terdiri dari angkatan kerja yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan, angkatan kerja yang tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha, angkatan kerja yang tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan, angkatan kerja yang sudah punya pekerjaan, tetapi belum mulai bekerja dan pengangguran terbuka diukur melalui Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). TPT Indonesia yang berfluktuasi dan cenderung memiliki tren menurun ini dapat mempengaruhi masalah sosial yaitu kemiskinan, kejahatan dan masalah sosial lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah variabel angkatan kerja tamatan SMA, angkatan kerja tamatan perguruan tinggi, upah minimum provinsi dan laju pertumbuhan penduduk berpengaruh terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka dalam jangka panjang dan jangka pendek. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL) dengan menggunakan data variabel angkatan kerja tamatan SMA, angkatan kerja tamatan perguruan tinggi, upah minimum provinsi dan laju pertumbuhan penduduk, Tingkat Pengangguran Terbuka secara tahunan dari 2005-2021. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan menggunakan aplikasi Eviews diperoleh hasil bahwa dalam jangka pendek TPT (-1) dan (-2) memiliki hubungan negatif terhadap TPT namun tidak signifikan. Angkatan kerja tamatan SMA memiliki hubungan negatif terhadap TPT namun tidak signifikan. Angkatan kerja tamatan perguruan tinggi memiliki hubungan negatif namun tidak signifikan, Angkatan kerja tamatan perguruan tinggi (-1) hubungan negatif dan signifikan, Angkatan kerja tamatan perguruan tinggi (-2) memiliki hubungan positif namun tidak signifikan, Angkatan kerja tamatan perguruan tinggi (-3) memiliki hubungan negatif dan signifikan. Upah Minumum Provinsi dan Upah Minumum Provinsi (-1) memiliki hubungan negatif dan signifikan. Laju pertumbuhan penduduk memiliki hubungan positif namun tidak signifikan. Sedangkan dalam jangka panjang, seluruh variabel tidak signifikan, untuk variabel angkatan kerja tamatan SMA memiliki hubungan negatif dan untuk angkatan kerja tamatan perguruan tinggi, upah minimum provinsi, laju pertumbuhan penduduk memiliki hubungan yang positif. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah meningkatkan angkatan kerja tamatan SMA dapat menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) namun tidak signifikan, meningkatakan angkatan kerja tamatan Perguruan Tinggi dapat menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dalam jangka pendek, meningkatakan Upah Minimum Provinsi (UMP) dapat menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dalam jangka pendek, meningkatkan laju pertumbuhan penduduk dapat meningkatkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga tetapi tidak signifikan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Open unemployment, according to BPS, consists of a workforce that does not have a job and is looking for work, a workforce that does not have a job and is preparing for a business, a workforce that does not have a job and is not looking for work because they feel it is impossible to get a job, a workforce that has had a job, but has not started working and open unemployment is measured through the Open Unemployment Rate (TPT). Indonesia's TPT, which fluctuates and tends to have a downward trend, can affect social problems, namely poverty, crime, and other social problems. This research aims to see whether the variables of the labour force who graduated from high school, the workforce who graduated from university, the provincial minimum wage, and the population growth rate affect the Open Unemployment Rate in the long and short term. This quantitative study uses the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) method using variable data on the workforce who graduated from high school, the workforce who graduated from university, the provincial minimum wage and population growth rate, and the annual Open Unemployment Rate from 2005-2021. Based on the analysis that has been carried out using the Eviews application, the results show that in the short term TPT (-1) and (-2) have a negative relationship with TPT but are not significant. The labour force with high school graduates has a negative relationship with TPT but is not significant. The college graduates workforce has a negative but not significant relationship, the university graduates workforce (-1) has a negative and significant relationship, the university graduates workforce (-2) has a positive but not significant relationship, the university graduates workforce (-3) has a negative and significant relationship. Provincial Minimum Wage and Provincial Minimum Wage (-1) have a negative and significant relationship. The population growth rate has a positive but not significant relationship. Whereas in the long run, all variables are not significant for the labour force graduating from high school has a negative relationship, and for the labour force graduating from university, the provincial minimum wage and the population growth rate have a positive relationship. The results of this study imply that increasing the workforce with high school graduates can reduce the Open Unemployment Rate (TPT) but not significantly, increasing the workforce graduating from Higher Education can reduce the Open Unemployment Rate (TPT) in the short term, increasing the Provincial Minimum Wage (UMP) can reduce The Open Unemployment Rate (TPT) in the short term, increasing the population growth rate can also increase the Open Unemployment Rate (TPT) but not significantly.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save