Home
Login.
Artikelilmiahs
39594
Update
ANNISA ANINDITHA NELU
NIM
Judul Artikel
Aspergillus sp. 2 AND Aspergillus sp. 3 IN BATIK DYE EFFLUENT DEGRADATION AT VARIOUS INCUBATION PERIODE TO PRODUCE MACRONUTRIENT
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Limbah pewarna industri batik merupakan salah satu penyebab pencemaran lingkungan. Indigosol blue merupakan salah satu pewarna sintetis yang digunakan sebagai pewarna biru pada pewarnaan batik. Upaya pengurangan zat warna pada limbah pewarna tekstil dapat dilakukan dengan menerapkan teknologi pengolahan limbah pewarna secara biologis dengan biodegradasi menggunakan mikroorganisme seperti jamur. Kombinasi Aspergillus sp. 2 dan Aspergillus sp. 3 yang digunakan pada penelitian yang akan diharapkan dapat mempercepat proses dekolorisasi limbah pewarna batik. Hasil degradasi limbah batik tersebut diduga dapat berpotensi untuk didaur ulang sehingga menjadi produk yang dapat digunakan untuk menghasilkan makronutrien. Metode penelitian yang akan digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan dengan 5 ulangan menggunakan Aspergillus sp. 2 dan Aspergillus sp. 3 dengan berbagai periode inkubasi dalam mendegradasi limbah pewarna batik. Perlakuan yang digunakan A1 = Limbah Batik (indigosol biru), A2 = Fermentasi (EM4, tetes tebu, urin kambing) selama 7 hari, A3 = Hasil degradasi limbah pewarna Batik 36 jam, A4 = Hasil degradasi limbah pewarna Batik 72 jam , A5 = 36 jam Degradasi limbah pewarna batik + fermentasi urin kambing, A6 = 72 jam Degradasi limbah pewarna batik + fermentasi urin kambing. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini seperti masa inkubasi. Parameter yang diukur adalah nilai makronutrien, sedangkan parameter pendukung yang diukur adalah karakteristik miselium jamur dalam mendegradasi limbah cair. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan uji statistik ANOVA pada tingkat kepercayaan 95% dan 99% yang dilanjutkan dengan uji Honest Significant Difference (HSD) dengan tingkat kesalahan 1% dan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan limbah zat warna hasil degradasi menggunakan Aspergillus sp. 2 dan Aspergillus sp. 3 pada berbagai periode inkubasi dan pencampuran dengan fermentasi urin kambing berpengaruh untuk menghasilkan makronutrien dan waktu inkubasi yang paling optimum yaitu 36 jam dalm degradasi limbah pewarna batik menggunakan kombinasi Aspergillus sp. 2 dan Aspergillus sp. 3 dan pencampuran dengan urin kambing untuk menghasilkan makronutrien.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Batik industrial dye effluent is one of the causes of environmental pollution. Indigosol blue is a synthetic dye that is used as a blue dye in dyeing batik. Efforts to reduce dyes in textile dye effluent can be done by applying is to utilize biological dye effluent treatment technology with biodegradation using microorganisms such as fungal. Aspergillus sp. 2 and Aspergillus sp. 3 used in the research to be carried out are expected to accelerate the process of decolorizing batik dye effluent. The results of the batik effluent degradation are thought to have the potential to be recycled so that it becomes a product that can be used to produce macronutrients. The research method that will be used is an experimental method with a completely randomized design (CRD) consisting of 6 treatments with 5 replications using Aspergillus sp. 2 and Aspergillus sp. 3 with various incubation periods in degrading batik dye effluent. The treatments used A1 = Batik Effluent (indigosol blue), A2 = Fermentation (EM4, molasses, goat urine) for 7 days, A3 = The degradation result of Batik dye effluent 36 hours, A4 = The degradation result of Batik dye effluent 72 hours, A5 = 36 hours Batik dye effluent degradation + fermentation goat urine, A6 = 72 hours Batik dye effluent degradation + fermentation goat urine. The variable that was used in this research such as incubation periods. The parameter measured was the value of macronutrients, while the supporting parameters measured were characteristic of fungal mycelium in degrading effluent. The data obtained will be analyzed by an ANOVA statistical test at 95% and 99% confidence levels followed by the Honest Significant Difference (HSD) test with an error rate of 1% and 5%. The result showed that the treatment of degradation dye effluent results using Aspergillus sp. 2 and Aspergillus sp. 3 at various incubation periods and mixing by goat urine fermentation affect to produce macronutrients and optimum incubation at 36 hours of degradation batik dye effluent using a combination of Aspergillus sp. 2 and Aspergillus sp. 3 and mixing by goat urine to produce macronutrients.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save