Home
Login.
Artikelilmiahs
39542
Update
MOHAMAD FAJAR
NIM
Judul Artikel
ANALISIS PROTEKSI PETIR SAMBARAN TIDAK LANGSUNG PADA SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI (SUTT) PADA GARDU INDUK 150 KV PURBALINGGA PT. PLN (PERSERO)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Gangguan yang terbesar dalam sistem tenaga listrik terjadi di daerah penyaluran (transmisi dan distribusi), karena hampir sebagian besar sistem terdiri dari penyaluran. Diantara sekian banyak gangguan yang terjadi, petir merupakan salah satu penyebabnya. Hal ini dikarenakan letak Indonesia pada daerah dengan iklim tropis dan kelembaban yang tinggi, sehingga menyebabkan kerapatan sambaran di Indonesia jauh lebih besar dibandingkan dengan negara lainnya Penelitian ini akan melakukan analisa jumlah gangguan, penanggulangan dan sistem pengaman terhadap gangguan petir pada area operasi Gardu Induk Purbalingga. Gangguan ini tidak boleh diabaikan karena akan mengakibatkan tegangan induksi yang dapat mengganggu kestabilan sistem transmisi atau bahkan merusak instrumen listrik. Dalam studi kasus sambaran yang terjadi di area operasi, akan dianalisa kinerja arrester dalam menanggulangi sambaran petir yang terjadi pada saluran transmisi. Berdasarkan data yang didapatkan, spesifikasi arrester yang terpasang memiliki rating tegangan 138 kV dan rating arus 20 kA sehingga dengan spesifikasi tersebut diharapkan dapat mengatasi terjadinya gangguan sambaran petir. Simulasi menggunakan program PSCAD dengan memodelkan saluran transmisi dan menganalisa sambaran pada titik yang sering mengalami gangguan. Hasil pada penelitian ini menunjukan gangguan terjadi sebanyak 8,3532 kali sedangkan pada data gangguan aslinya terjadi sebanyak 8 kali, dengan prosentase kesalahan sebesar 4,41 %. Berdasarkan hasil simulasi dapat dianalisa kinerja arrester dapat menanggulangi tegangan lebih dibawah TID dengan tegangan pemotongan rata-rata sebesar 61,4 % dengan pemotongan terkecilnya 25,91 % dan pemotongan terbesarnya 75,37 %. Namun perlu adanya perawatan pada sistem proteksi tahanan pentanahan yang belum sesuai standard PUIL > 10 Ω yaitu pada tower 83 dengan tahanan pentanahan sebesar 11,8 Ω.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The biggest disturbances in the electric power system occur in distribution areas (transmission and distribution), because most of the system consists of distribution. Among the many disturbances that occur, lightning is one of the causes. This is due to Indonesia's location in an area with a tropical climate and high humidity, causing the density of strikes in Indonesia to be far greater than in other countries. This interference must not be ignored because it will result in induced voltages that can destabilize the transmission system or even damage electrical instruments. In case studies of lightning strikes that occur in the operating area, the performance of arresters will be analyzed in overcoming lightning strikes that occur on transmission lines. Based on the data obtained, the specifications of the installed have a voltage rating of 138 kV and a current rating of 20 kA so that these specifications are expected to overcome the occurrence of lightning strike disturbances. The simulation uses the PSCAD program by modeling the transmission line and analyzing strokes at points that often experience disturbances. The results of this study show that the disturbance occurred 8.3532 times, while in the original data the disturbance occurred 8 times, with an error percentage of 4.41%. Based on the simulation results, it can be analyzed that the performance of the arrester can cope with overvoltage under TID with an average cutting voltage of 61.4% with the smallest cutting being 25.91% and the largest cutting being 75.37%. However, there is a need for maintenance on the ground resistance protection system which is not in accordance with the PUIL standard > 10 Ω, namely on tower 83 with a grounding resistance of 11.8 Ω.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save