Home
Login.
Artikelilmiahs
39434
Update
FAHMI PANDHITO PANGESTU
NIM
Judul Artikel
ANALISIS PERBEDAAN FREKUENSI PEMBERIAN PAKAN TERHADAP INDEKS PERFORMA AYAM BROILER FASE FINISHER
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Usaha peternakan ayam broiler semakin meningkat karena dipengaruhi meningkatnya kebutuhan protein di Indonesia. Program Bertani Untuk Negeri menjadi salah satu program dalam peningkatan produktivitas peternak di Indonesia dalam membantu peternak memecahkan permasalahan pada peternakan ayam broiler. Peternak pada dasarnya memiliki kemampuan manajemen pemeliharaan yang berbeda-beda, seperti manajemen kesehatan, pemeliharaan, hingga pada pemberian pakan. Kegiatan manajemen yang berbeda akan memberikan hasil performa ayam broiler yang berbeda. Pengamatan manajemen saat program Bertani Untuk Negeri terdapat perbedaan yang mengakibatkan performa ayam broiler yang berbeda pada fase finisher atau umur 21-35 hari berlokasi di Desa Bulu, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Jawa Timur dengan waktu magang selama 4 bulan. Tujuan dari pengamatan ini adalah mengetahui pengaruh perbedaan frekuensi pemberian pakan dengan perlakuan pembatasan pakan dan ad libitum di kandang peternak yang berbeda mempengaruhi konsumsi pakan, bobot badan, konversi pakan (FCR), dan indeks performa. Perbedaan tersebut adalah manajemen frekuensi pemberian pakan oleh dua peternak yang berbeda pada fase finisher, perlakuan pembatasan pakan memakai cara pemberian dengan pembatasan pakan dengan hanya diberikan pada jam 13.00 WIB dan jam 20.00 WIB lalu dipuasakan dengan cara mematikan lampu kandang selama 5 jam perlakuan ini dilakukan pada kandang peternak dengan populasi 10.000 ekor dan perlakuan ad libitum memakai cara pemberian pakan dengan terus menerus tetapi tetap dalam batasan dilakukan pada kandang peternak dengan populasi 5.000 ekor. Pengambilan data kedua peternak ini diambil dengan cara survei dan melalui pengamatan secara langsung, pengambilan data untuk perlakuan pembatasan pakan pada pukul 08.00 WIB dan perlakuan pemberian ad libitum pukul 10.00 WIB. Analisis kegiatan magang ini memakai analisi deskriptif kualitatif dengan melihat empat parameter yaitu konsumsi pakan kumulatif, bobot badan, konversi pakan (FCR), dan indeks performa (IP) dan dianalisis pada kedua peternak dan dibandingkan dengan standar perusahaan dan jurnal ilmiah. Hasil dari pengamatan tersebut didapatkan dari seluruh parameter performa ayam broiler, konsumsi pakan kumulatif pada minggu 4 perlakuan pemberian ad libitum lebih unggul 4,4% dari perlakuan pembatasan pakan dan minggu 5 perlakuan pemberian ad libitum lebih unggul 3,2% dari perlakuan pembatasan pakan. Bobot badan pada minggu 4 perlakuan pemberian ad libitum lebih unggul 3,8% dari perlakuan pembatasan pakan dan minggu 5 perlakuan pemberian ad libitum lebih unggul 5,9% dari perlakuan pembatasan pakan. Konversi pakan (FCR) pada minggu 4 perlakuan pemberian ad libitum lebih unggul 6,9% dari perlakuan pembatasan pakan dan minggu 5 perlakuan pemberian ad libitum lebih unggul 11,4% dari perlakuan pembatasan pakan. Indeks performa (IP) minggu 4 perlakuan pemberian ad libitum lebih unggul 10,6% dari perlakuan pembatasan pakan dan minggu 5 perlakuan pemberian ad libitum lebih unggul 14,4% dari perlakuan pembatasan pakan. Hasil analisis pengamatan magang pada perbedaan frekuensi pemberian pakan dua peternak dengan pembetasan pakan dan ad libitum memiliki hasil berbeda. Metode pemberian pakan secara ad libitum lebih efisien dan memberikan hasil untuk konsumsi pakan, bobot badan, konversi pakan (FCR), dan indeks performa yang lebih baik hasilnya dibandingkan dengan pembatasan pakan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The broiler chicken farming business is increasing because it is influenced by the increasing need for protein in Indonesia. The Farming for the Nation Program is one of the programs to increase the productivity of breeders in Indonesia by helping breeders solve problems in broiler chicken farms. Farmers have different maintenance management capabilities, such as health management, maintenance, to feeding. Various management activities will give different broiler performance results. Management observations during the Farming for the Country program resulted in differences in the performance of broiler chickens in the finisher phase or 21-35 days of age located in Bulu Village, Bancar District, Tuban Regency, East Java with an apprenticeship period of 4 months. This observation aimed to determine the effect of differences in the frequency of feeding with the treatment of feed restriction and ad libitum in different farmer’s cages affecting feed consumption, body weight, feed conversion (FCR), and index performance. The difference is the management of the frequency of feeding by two different farmers in the finisher phase, the treatment of limiting feed using the method of giving by limiting feed by only giving it at 13.00 WIB and 20.00 WIB then being fasted by turning off the cage lights for 5 hours. This treatment was carried out on farmer pens with a population of 10,000 heads and ad libitum treatment using a continuous feeding method but still within limits carried out in farmers' pens with a population of 5,000 heads. Data collection for the two farmers was taken using a survey and, through direct observation, data collection for the treatment of feed restriction at 08.00 WIB and the treatment of giving ad libitum at 10.00 WIB. The analysis of this apprenticeship activity used a qualitative descriptive analysis by looking at four parameters, namely cumulative feed consumption, body weight, feed conversion (FCR), and Index Performance (IP). It was analyzed on both farmers and compared with company standards and scientific journals. The results of these observations were obtained from all broiler performance parameters, cumulative feed consumption in week 4 of the ad libitum treatment was 4.4% higher than the feed restriction treatment, and in week 5 of the ad libitum treatment was 3.2% higher than to the feed restriction treatment. Body weight at week 4 of the ad libitum treatment was 3.8% higher than the feed restriction treatment, and week 5 of the ad libitum treatment was 5.9% higher than the feed restriction treatment. Feed conversion (FCR) in week 4 of the ad libitum treatment was 6.9% higher than the feed restriction treatment, and in week 5 the ad libitum treatment was higher by 11.4% than the feed restriction treatment. The performance index (IP) in week 4 of the ad libitum treatment was 10.6% higher than the feed restriction treatment, and in week 5 the ad libitum treatment was 14.4% higher than the feed restriction treatment. The results of the apprentice observation analysis on the difference in the frequency of feeding of the two farmers with feed restriction and ad libitum have different results. The ad libitum feeding method is more efficient and provides results for feed consumption, body weight, feed conversion (FCR), and better performance index better results compared to feed restriction.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save