Home
Login.
Artikelilmiahs
39418
Update
RADI
NIM
Judul Artikel
ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ANEMIA PADA PETANI DI DESA LINGGASARI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Anemia pada petani menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang di alami penduduk Desa Linggasari. Kejadian anemia pada petani merupakan kondisi gangguan kesehatan yang dapat disebabkan karena berbagai faktor. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh variabel pendidikan, pendapatan, masa kerja, riwayat paparan pestisida, penggunaan APD, asupan zat gizi, dan kecacingan terhadap kejadian anemia pada petani. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian analitik kasus kontrol yang meneliti variabel independen berupa penggunaan APD, kecacingan, riwayat paparan pestisida, lama bekerja, dan tingkat pendidikan kaitannya dengan variabel dependen berupa kejadian anemia pada petani. Penelitian ini memiliki jumlah sampel sebanyak 73 responden yang terdiri dari 16 sampel kasus dan 56 sampel kontrol. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan pemeriksaan metode apung untuk mendiagnosis infeksi kecacingan. Analisis data berupa analisis univariat, bivariat dengan uji chi square, dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan APD merupakan faktor paling mempengaruhi kejadian anemia pada petani p value 0.023 OR 4,07 (1.247 – 18.605) artinya petani yang tidak menggunakan APD secara lengkap berisiko empat kali lebih besar mengalami anemia. Variabel yang tidak berpengaruh terhadap kejadian anemia pada petani yaitu variabel pendapatan p value 0.854, pendidikan p value 0.654, masa kerja p value 0.608, asupan zat gizi p value 0.563, riwayat paparan pestisida p value 0.508, dan kecacingan p value 0.07. Kesimpulan: Faktor risiko yang mempengaruhi kejadian anemia pada petani di Desa Linggasari Kabupaten Banyumas adalah penggunaan APD yang tidak lengkap saat bertani. Kata Kunci: Anemia, petani, pestisida, APD
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Anemia in farmers is one of the health problems experienced by the residents of Linggasari Village. The incidence of anemia in farmers can be caused by various factors. The purpose of this study was to analyze the influence of variables of education, income, length of service, history of pesticide exposure, use of PPE, nutrient intake, and helminthiasis on the incidence of anemia in farmers. Methodology: This study is an analytical study cash control that analyzes risk factors (PPE use, helminthiasis, pesticide exposure history, length of work, and level of education) for the incidence of anemia in farmers with a control case approach. This study had a total sample of 73 respondents consisting of 16 case samples and 56 control samples. The research instrument uses questionnaires and examination of floating methods to diagnose the infection of helmintesh. Data analysis is in the form of univariate, bivariate analysis with chi square test, and multivariate with logistic regression. Results: The results of the analysis show that the use of PPE is the most influencing factor in the incidence of anemia in farmers p value 0.023 OR 4,07 (1,247 – 18,605). Variables that do not affect the incidence of anemia in farmers are vairabel income p value 0.854, education p value 0.654, service period p value 0.608, nutrient intake p value 0.563, history of pesticide exposure p value 0.508, and disability p value 0.070. Conclusion: The risk factor that affects the incidence of anemia in farmers in Linggasari Village, Banyumas Regency is the incomplete use of PPE when farming. Keywords: Anemia, farmer, pesticide, ppe
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save