Home
Login.
Artikelilmiahs
3936
Update
FITRI INDRIANI
NIM
Judul Artikel
DAYA SAING DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI EKSPOR KARET ALAM INDONESIA KE AMERIKA SERIKAT, JEPANG, DAN CINA PERIODE 2001 - 2011
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul “Daya Saing dan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Ekspor Karet Alam (HS 4001) Indonesia ke Amerika Serikat, Jepang, dan Cina periode 2001-2011”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daya saing dan pengaruh variabel Produk Domestik Bruto riil (Amerika Serikat, Jepang, dan Cina), nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, dan harga ekspor karet alam Indonesia serta untuk mengetahui variabel mana yang paling berpengaruh terhadap ekspor karet alam Indonesia ke Amerika Serikat, Jepang, dan Cina. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dan didukung analisis data sekunder yang bersifat kuantitatif dengan data dari International Trade Centre, Bank Indonesia, dan World Bank. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah daya saing dengan analisis Revealed Comparative Advantage (RCA), regresi linear berganda data panel, uji asumsi klasik dan uji statistik. Hasil penelitian yaitu karet alam Indonesia di Amerika Serikat, Jepang, dan Cina memiliki daya saing yang kuat karena nilai RCA nya lebih dari satu. Produk Domestik Bruto (PDB) riil dan harga ekspor karet alam Indonesia berpengaruh signifikan terhadap ekspor karet alam Indonesia. Sedangkan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tidak berpengaruh signifikan dan variabel yang paling berpengaruh terhadap ekspor karet alam Indonesia ke Amerika Serikat, Jepang, dan Cina adalah Produk Domestik Bruto (PDB) riil Amerika Serikat, Jepang, dan Cina. Diharapkan pemerintah perlu mengalokasikan dana peremajaan perkebunan karet rakyat yang sudah tidak produktif, menyalurkan subsidi yang tepat kepada para petani karet pada saat harga karet dunia anjlok akibat krisis ekonomi global. Dapat memberikan gambaran yang jelas tentang kondisi pasar karet alam di Indonesia maupun di pasar internasional bagi pelaku usaha/eksportir karet alam Indonesia. Diharapkan Bank Indonesia sebagai lembaga otoritas moneter dapat menjaga nilai tukar pada posisi yang stabil. Pemerintah/petani karet diharapkan untuk menjaga kenaikan harga yang stabil, sehingga memudahkan negara importir dalam mengestimasi atau memprediksi harga yang akan datang (tidak fluktuatif). Indonesia hendaknya tetap menjalin hubungan persahabatan yang baik dengan Amerika Serikat, Jepang, dan Cina, misalnya mengadakan investasi yang saling menguntungkan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research entitled “The Competitiveness and Influencing Factors in Export of Indonesia Natural Rubber (HS 4001) to United States, Japan, and China in 2001-2011 period”. The aim of this research is to know the competitiveness and influencing of variables real Gross Domestic Product at (United States, Japan, and China), exchange rate to the US dollar, and the price export of Indonesia natural rubber and to know the most influencing variable toward the export of natural rubber to United States, Japan, and China. In this research, the using methods is study case and supported by quantitative secondary data analysis with data from the International trade center, Central Bank of Indonesia, and World bank. In this research, the methods use the competitiveness with Revealed Comparative Advantage (RCA) and panel data multiple linear regression, classic assumption test and statistic test. The result of research finds that Indonesia natural rubber in United States, Japan, and China have strong competitiveness because RCA value more than one. The real Gross Domestic Product (GDP) and the export price Indonesia natural rubber positively influences and significant toward export Indonesia natural rubber to United States, Japan, China. Whereas, IDR exchange rate toward US dollar no significant toward export of Indonesia natural rubber to United States, Japan, and China and the most influencing variable toward the export of natural rubber to United States, Japan, and China is the real Gross Domestic Product (GDP) at United States, Japan, and China. The government needs to allocate rejuvenation fund in the society’s rubber farm which no productive, at a time can give proper subsidy to rubber farmer when the price of rubber down caused by the global economic crisis. Rubber Industrialist could give a clear definition about rubber market condition in Indonesia and International. Be expected that Central Bank of Indonesia as an authority monetary institution can to keep the exchange rate stable position. The policy from the government related to the export price are retaining the export price natural rubber. It is undeniable that the price of natural rubber is more increase, seeing that condition government or rubber farmer should to retain the increasing stable price, thus will ease importer state in the estimate or predict the future price (no fluctuating). The Indonesian government should keep good fellowship with United States, Japan, and China, for example by providing mutual investment and doing other cooperation such as with the help of capital and expertise.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save