Home
Login.
Artikelilmiahs
39338
Update
ERLINDA BELLA ARISTA
NIM
Judul Artikel
Hubungan Sudut Interinsisal terhadap Profil Jaringan Lunak Wajah pada Pasien Ortodontik Suku Jawa di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Estetika wajah merupakan keseimbangan dan keharmonisan proporsi wajah yang dibentuk oleh struktur skeletal, dental, dan jaringan lunak. Inklinasi gigi insisivus memiliki peran penting dalam menentukan estetika wajah terutama pada sepertiga bagian bawah. Profil jaringan lunak wajah menurut Holdaway dapat ditentukan melalui pengukuran sudut-H. Tujuan penelitian ini mengetahui apakah terdapat hubungan sudut interinsisal terhadap profil jaringan lunak wajah pada pasien ortodontik suku Jawa di Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel berupa sefalogram lateral berjumlah 60 yang terdiri dari 30 sefalogram lateral laki-laki dan 30 sefalogram lateral perempuan. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Sefalogram lateral dilakukan tracing menggunakan kertas kalkir selanjutnya dilakukan pengukuran sudut interinsisal dan sudut-H. Pengukuran dilakukan oleh dua penilai dan dilakukan uji Cohen Kappa. Hasil rerata sudut interinsisal pada laki-laki 118,27° dan perempuan 116,10°, artinya inklinasi insisif protrusif. Rerata sudut-H pada laki-laki 16,73° dan perempuan 19,47°, artinya profil jaringan lunak cembung. Uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan sudut interinsisal terhadap profil jaringan lunak wajah pada pasien ortodontik laki-laki dan perempuan suku Jawa di Kabupaten Banyumas (p<0,05). Simpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan antara sudut interinsisal terhadap profil jaringan lunak wajah pada pasien ortodontik laki-laki dan perempuan suku Jawa di Kabupaten Banyumas.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Facial aesthetics is the balance and harmony of facial proportions formed by skeletal, dental, and soft tissue structures. Inclination of incisors has an important role in determining facial aesthetics, especially in the lower third. The profile of facial soft tissue according to Holdaway can be determined through measuring the H-angle. The aim of this study was to determine whether there is a relationship between the interincisal angle and facial soft tissue profile in Javanese orthodontic patients in Banyumas Regency. This type of research is descriptive analytic with cross sectional research design. The samples were 60 lateral cephalograms consisting of 30 male lateral cephalograms and 30 female lateral cephalograms. Samples were taken using purposive sampling technique based on inclusion criteria. The lateral cephalogram was traced using tracing paper and then the measurement of the interincisal angle and H-angle. The measurement was carried out by two assessors and the Cohen Kappa test was carried out. The mean incisal angle in males was 118.27° and in females it was 116.10°, meaning that the inclination of the incisors was protrusive. The mean H-angle in males was 16.73° and 19.47° in females, meaning the soft tissue profile was convex. Correlation test showed that there was a relationship between interincisal angle and facial soft tissue profile in male and female orthodontic patients of Javanese ethnicity in Banyumas Regency (p<0.05). The conclusion of this study is that there is a relationship between interincisal angle and facial soft tissue profile in male and female orthodontic patients of Javanese ethnicity in Banyumas Regency.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save